MARKET DATA

SDA Melimpah, DBS Indonesia Ungkap Peluang Pengembangan EV di RI

Khoirul Anam,  CNBC Indonesia
16 September 2026 14:55
Direktur Institutional Banking Group Bank DBS Indonesia Anthonius Sehonamin di acara COFFEE MORNING 2026 dengan tema Beyond EV: Building a Resilient Automotive Ecosystem Amid Global Supply Chain Shifts di CasalenaJakarta, Rabu (16/9/2026). (CNBC Indo
Foto: Direktur Institutional Banking Group Bank DBS Indonesia Anthonius Sehonamin di acara COFFEE MORNING 2026 dengan tema “Beyond EV: Building a Resilient Automotive Ecosystem Amid Global Supply Chain Shifts” di Casalena Jakarta, Rabu (16/9/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Institutional Banking Group Bank DBS Indonesia, Antonius Sehonamin menyebut elektrifikasi kendaraan menjadi tren besar yang tengah membentuk arah industri otomotif ke depan. Apalagi Indonesia memiliki keunggulan dari sisi kekayaan sumber daya. Salah satunya di sektor hulu.

Ia mengatakan, Indonesia memiliki nikel dan tembaga, yang menjadi modal penting bagi hilirisasi industri otomotif nasional.

Meski demikian, ia menekankan pentingnya membangun ekosistem yang mencakup keseluruhan rantai nilai (end-to-end value ecosystem), mulai dari manufaktur canggih hingga sektor baterai, termasuk penyimpanan energi, produksi baterai, dan daur ulangnya.

"Untuk itu semua kami melihat bahwa ada tiga, jadi harus ada investasi, ada kapabilitas, dan harus ada pengembangan ekosistem," ungkapnya dalam Coffee Morning "Building a Resilient Automotive Ecosystem Beyond EV Amid Global Supply Chain Shift" yang diselenggarakan CNBC Indonesia bersama DBS Indonesia, Kamis (17/9/2026).

Antonius menegaskan bahwa industri otomotif perlu dipandang sebagai satu kesatuan ekosistem, bukan sebagai segmen-segmen yang terpisah. Dalam konteks ini, ia menyebut perbankan, termasuk DBS, memiliki peran penting untuk mendukung seluruh rantai nilai industri tersebut.

"Bagi DBS, kami mau jadi banking partner dari para pemain-pemain," katanya.

Ia menambahkan, DBS melihat keseluruhan rantai bisnis otomotif mulai dari sektor hulu, produsen kendaraan (OEM), hingga distributor dan diler. Selain menawarkan solusi perbankan yang komprehensif, Antonius menyebut DBS memiliki keunggulan konektivitas regional yang dapat mendukung transaksi lintas negara bagi para pelaku industri otomotif di Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Executive Director, Head of Large Corporates, and ESG Lead, Institutional Banking Group, Bank DBS Indonesia Ello Hanson mengatakan otomotif menjadi sektor yang diberikan pembiayaan DBS, termasuk EV. Dia memaparkan DBS memberikan pembiayaan dengan melihat risiko dan peluang. Untuk EV, kata Ello, Indonesia memiliki potensi

"Kita sebagai perbankan dari sisi pembiayaan, fokus kita adalah anything yang industri, jadi misalnya kalau yang industri itu yang dipakai di ICE dan yang dipakai di EV, misalnya komponen ban mobil, komponen kelistrikannya, AC, audio, braking, itu adalah komponen-komponen yang memang akan terus dipakai, mau mobilnya ICE, mau mobilnya EV," ujar dia.

(dpu/dpu) [Gambas:Video CNBC]
Next Article China Tak Tertandingi-Kuasai Mobil Listrik RI Laku Tembus 101.000 Unit


Most Popular
Features