MARKET DATA

Bahlil Akui Kapasitas Listrik Sulawesi-Kalimantan Berkurang, Kenapa?

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
16 September 2026 14:05
Rapat komisi XII DPR RI rapat dengan ESDM RI. (Tangkapan layar TV Parlemen)
Foto: Rapat komisi XII DPR RI rapat dengan ESDM RI. (Tangkapan layar TV Parlemen)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengakui bahwa saat ini ada isu soal turunnya kapasitas listrik di wilayah Sulawesi dan Kalimantan. Pada intinya, kurangnya listrik di wilayah tersebut tidak berkaitan dengan pasokan batu bara melalui Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).

Bahlil menjelaskan bahwa penopang utama pembangkit listrik di wilayah tersebut adalah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Fenomena cuaca El Nino menyebabkan penurunan debit air, yang berdampak langsung pada merosotnya daya generator pembangkit.

"Nggak ada, apa urusannya lampu mati di Kalimantan sama di Sulawesi itu nggak ada urusannya sama RKAB. Karena di sana memang adalah PLTA, El Nino, kemudian airnya rendah, kemudian kontribusi dari 400 Megawatt tinggal aktif 250 MW. Jadi terjadi kekurangan di sana," beber Bahlil dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi XII DPR RI, Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Selain faktor cuaca pada PLTA, Bahlil juga menyebutkan adanya proses pemeliharaan (maintenance) yang dilakukan oleh PT PLN (Persero), seperti yang terjadi di Kalimantan Tengah.

Meski peran Kementerian ESDM bertindak sebagai regulator sedangkan PLN sebagai pelaksana operasional, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah tidak lepas tangan.

"Jadi, nah ini memang kesalahan kita juga. Antisipasi dari PLN ini harus kita lakukan secara bersama-sama," paparnya.

Menurutnya, seorang pemimpin harus berani mengambil tanggung jawab ketika terjadi masalah di lapangan.

"Sekalipun memang ESDM itu kan regulator, implementasinya itu ada di PLN. Tapi begitu listrik mati, tetap yang disalahkan ESDM gitu kan kira-kira? Ya itu konsekuensi, nggak boleh kita lari dari tanggung jawab. Pemimpin itu kan harus berani mengambil tanggung jawab," tegasnya.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Ditanya Soal Reshuffle, Bahlil Buka Suara


Most Popular
Features