Sempat Berhenti, Pabrik Tembaga Raksasa RI Ini Sudah Beroperasi Lagi
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Freeport Indonesia (PTFI) membeberkan bahwa fasilitas pemrosesan dan pemurnian (smelter) kedua perusahaan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur sudah mulai beroperasi lagi. Pengoperasian kembali fasilitas smelter tersebut dilakukan menyusul mulai pulihnya pasokan konsentrat dari tambang pasca insiden longsor di tambang bawah tanah Freeport pada September 2025 lalu.
Direktur Utama PT Freeport Indonesia Tony Wenas menyebutkan bahwa pengiriman konsentrat (feeding) ke smelter baru telah dimulai kembali sejak Agustus 2026. Lalu, smelter tersebut mulai menghasilkan produk katoda tembaga pada September 2026 ini sebesar 5.000 ton.
"Ramp up atas produksi smelter, smelter baru Freeport karena memang pada saat longsor tahun yang lalu itu kemudian dia smelter barunya berhenti beroperasi karena pasokan konsentratnya tidak cukup untuk mem-feeding smelter yang baru, hanya cukup untuk mem-feeding PT Smelting yang sudah ada sebelumnya," kata Tony dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI, Jakarta, Selasa (15/9/2026).
"Dan baru di bulan Agustus yang lalu feeding-nya ke smelter baru Freeport Indonesia itu mulai dan mulai bisa diproduksi di bulan September ini dengan sekitar 5.000 ton katoda tembaga," tuturnya.
Perlu diketahui, sebelum berhenti pada Oktober 2025 lalu, smelter kedua Freeport ini sebenarnya sudah mulai beroperasi pada Juni 2024, namun masih dalam tahap uji coba (commissioning). Lalu, pada Agustus 2024 sudah berproduksi.
Namun, pada Oktober 2024 terjadi kebakaran di area smelter, yaitu di salah satu unit kecil yaitu gas cleaning plant yang akan menangkap SO2 dari hasil furnace yang kemudian SO2 ini ditangkap supaya tidak tercemar ke udara dan diproses menjadi asam sulfat. Lalu, perbaikan pun dilakukan dan smelter bisa beroperasi lagi pada Mei 2025.
Proyek smelter dengan nilai investasi US$ 4,2 miliar ini mengolah 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun. Ini merupakan smelter tembaga kedua Freeport setelah PT Smelting yang mengolah 1,3 juta ton konsentrat tembaga per tahun.
Proyek smelter kedua di JIIPE Gresik ini menghasilkan 600.000 ton katoda tembaga dan produk logam berharga alias Precious Metal Refinery (PMR) sebesar 6.000 ton per tahun atau sekitar 50 ton emas per tahun. Ini merupakan smelter single line terbesar di dunia. Bersama dengan smelter pertamanya (PT Smelting), maka Freeport akan menghasilkan sekitar 1 juta ton katoda tembaga per tahunnya.