MARKET DATA

Heboh Antrean Panjang BBM di Makassar, Bahlil Ungkap Penyebabnya

Zefanya Aprilia,  CNBC Indonesia
14 September 2026 18:25
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menyampaikan laporan dalam acara The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rah
Foto: CNBC Indonesia/Faisal Rahman

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia angkat bicara mengenai antrean pembelian BBM di sejumlah SPBU di Makassar, Sulawesi Selatan.

Menurutnya, penyebab antrean itu bukan karena kekurangan stok BBM. Sebab, cadangan BBM nasional masih berada di atas standar minimum, yaitu 20 hari.

Bahlil menyebut, antrean terjadi lantaran adanya peralihan atau shifting konsumsi masyarakat dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi. Kemudian, terdapat indikasi penimbunan BBM melalui modifikasi kendaraan.

"Ada sebagian yang shifting, tetapi jauh lebih dari itu adalah ada mobil-mobil, truk bikin tanki-tanki besar, 700 liter sampai satu ton, lalu isi minyak di situ," ungkap Bahlil dalam sambutannya pada acara InTechSea 2026 di Four Seasons Hotel Jakarta, Senin (14/9/2026).

Hal itu menurutnya merupakan temuan pihaknya setelah bekerja sama dengan aparat kepolisian setempat.

Bahlil mengatakan selain modifikasi kendaraan untuk menampung BBM, ada indikasi bahwa antrean tersebut direkayasa dengan adanya kendaraan yang sengaja mengantre.

"Bahkan ada beberapa indikasi, sengaja motor dan mobil itu antre, tangkinya belum kosong sudah antre, isinya ada yang cuma 15 liter, 10 liter, 20 liter. Saya enggak ngerti apa yang terjadi di sana, tapi kira-kira itulah faktanya," tutur Bahlil.

Selepas acara, dia menyatakan kepada wartawan bahwa pemerintah terus melakukan pencegahan agar hal-hal serupa tidak kembali terjadi. Bahlil juga memastikan bahwa stok BBM nasional masih memadai.

Penjelasan Pertamina

PT Pertamina Patra Niaga memastikan kondisi antrean BBM subsidi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, semakin landai. Adapun, dari total 45 SPBU yang melayani masyarakat, lebih dari 35 SPBU atau sekitar 80% telah menunjukkan kondisi antrean yang semakin kondusif.

Perbaikan kondisi antrean ini merupakan hasil dari upaya koordinasi dan kolaborasi yang dilakukan antara Patra Niaga bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk meningkatkan kapasitas pelayanan dan mengatur penyaluran BBM subsidi di lapangan.

Sejumlah upaya telah dilakukan, antara lain penambahan operator dan jalur pelayanan BBM subsidi di sejumlah SPBU, pengoperasian 25 SPBU selama 24 jam, serta penambahan titik penyaluran melalui SPBU Modular di Center Point of Indonesia (CPI). Langkah-langkah tersebut dilakukan untuk menambah kapasitas pelayanan sekaligus memberikan alternatif titik pengisian bagi masyarakat.

Selain langkah yang telah dilakukan, sejumlah upaya masih terus berjalan dan dioptimalkan. Pengoperasian SPBU selama 24 jam, penambahan operator dan jalur pelayanan, serta operasional SPBU Modular di CPI terus dipantau untuk memastikan kapasitas tambahan dapat dimanfaatkan secara optimal. Pengaturan sistem ganjil-genap juga masih diterapkan sesuai ketentuan untuk membantu menjaga kelancaran dan ketertiban pelayanan di SPBU.

Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Okky Aditya Wibowo mengatakan semakin landainya antrean di mayoritas SPBU merupakan hasil dari sinergi dan evaluasi yang terus dilakukan bersama Pemerintah Daerah.

"Dari total 45 SPBU di Kota Makassar, lebih dari 35 SPBU atau sekitar 80 persen sudah menunjukkan kondisi antrean yang semakin kondusif. Waktu tunggu masyarakat juga semakin singkat. Berbagai langkah yang telah kami lakukan masih terus berjalan dan kami optimalkan bersama Pemerintah Daerah agar kondisi pelayanan BBM Subsidi terus membaik," ujar Okky dalam keterangan tertulis, Senin (14/9/2026).

Pertamina terus memastikan pelayanan BBM Subsidi berjalan secara optimal dengan memperkuat kapasitas di lapangan. Pemantauan terhadap kondisi antrean juga dilakukan secara berkala untuk melihat kebutuhan di masing-masing SPBU dan menentukan penyesuaian yang diperlukan.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bersama Pemerintah Daerah akan terus melakukan evaluasi terhadap kondisi antrean dan pelayanan BBM Subsidi di Kota Makassar. Upaya perbaikan dan penyesuaian akan terus dilakukan sesuai perkembangan kondisi di lapangan.

(wia) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Urai Antrean BBM di Makassar, Pertamina Operasikan 25 SPBU 24 Jam


Most Popular
Features