Wisata Bromo Tutup Gara-Gara Karhutla, 56 Personel Gabungan Dikerahkan
Jakarta, CNBC Indonesia - Kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) mengepung salah satu destinasi wisata di Jawa Timur sejak Kamis (10/9). Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) melaporkan bahwa karhutla sudah melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.Â
Berdasarkan kronologi resmi, kemunculan titik api terpantau pertama kali di kawasan Savana Pengol sebelum akhirnya menjalar ganas ke arah Gunung Kursi. Upaya pemadaman maraton langsung dikerahkan secara gabungan untuk menjinakkan api di lapangan. Berikut kronologinya, dikutip dari laman resmi Kemenhut, Minggu (13/9/2026):
-
10 September 2026: Titik api pertama kali terdeteksi di kawasan Pengol, yang kemudian membelah diri dan merembet ke arah Gunung Kursi. Tim gabungan langsung bergerak menyisir medan demi menghadang laju api.
-
11 September 2026: Petugas berhasil menjinakkan dan memadamkan api di kawasan Pengol yang mengarah ke Gunung Bromo tepat pukul 18.30 WIB. Kendati api di jalur Gunung Kursi belum padam seutuhnya, petugas memastikan kondisinya telah berhasil dikendalikan.
-
12 September 2026: Situasi kembali memanas menyusul kemunculan titik api baru di kawasan Pengol. Tiupan angin kencang yang bertiup ekstrem membuat kobaran api membesar dengan cepat dan merangsek hingga mencapai kawasan Pos Jemplang pada pukul 16.20 WIB.
Hingga saat ini, proses pemadaman di titik tersebut masih terus berjibaku dilakukan menyusul kondisi medan di lapangan yang sangat dinamis.
Pasukan Gabungan Turun Gunung dan Taktik Water Bombing
Operasi pemadaman skala besar ini melibatkan kekuatan penuh dari berbagai unsur. Tercatat sebanyak 56 personel gabungan yang terdiri dari Personel TNBTS, Manggala Agni TNBTS, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta Masyarakat Mitra Polhut (MMP) dikerahkan ke titik rawan.
Kekuatan tersebut turut diperkuat oleh 8 personel Manggala Agni BKSDA Bali, 8 personel Manggala Agni Taman Nasional Bali Barat, 15 personel Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan (Brigdalkarhut) Jabalnusra, 15 personel Balai Penegakan Hukum Kehutanan, serta dukungan penuh dari unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan jajaran TNI-Polri.
Di lini logistik dan teknis, petugas mengerahkan 2 unit mobil tangki untuk penyemprotan air langsung. Suplai air ke titik-titik sulit dijangkau juga digenjot menggunakan 2 unit mobil patroli, 2 unit kendaraan pick-up, serta 1 unit truk air.
Selain metode pembasahan, tim di lapangan juga menggunakan teknik manual dan mekanis menggunakan alat pemadam seperti gepyok, jet shooter, serta engine blower, menyesuaikan dengan kontur medan yang terjal dan minim sumber air.
Tak hanya di darat, operasi pemadaman turut diperkuat dari udara melalui pengerahan helikopter water bombing yang didukung langsung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Kombinasi musim kemarau panjang yang membuat vegetasi dan rerumputan mengering kerontang, ditambah embusan angin kencang, menjadi faktor pemicu yang membuat api merambat begitu cepat. Kepulan asap tebal di sekitar lokasi turut mempersempit jarak pandang dan menjadi tantangan tersendiri bagi mobilitas tim di lapangan.
Wisata Bromo Ditutup Total
Sebagai langkah mitigasi darurat guna mengutamakan aspek keselamatan pengunjung serta mengoptimalkan ruang gerak tim penanggulangan karhutla, pemerintah secara resmi menutup total seluruh aktivitas kunjungan wisata Gunung Bromo dari semua pintu masuk mulai 12 September 2026 hingga batas waktu yang akan diumumkan kemudian.
Kendati demikian, pihak pengelola menegaskan bahwa aktivitas wisata ke kawasan Ranu Regulo masih tetap dibuka dan berjalan normal dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku.
Kementerian Kehutanan mengimbau kepada seluruh masyarakat, pelaku wisata, serta pelancong agar tidak mendekati area titik kebakaran dan senantiasa memantau perkembangan informasi resmi yang dirilis oleh BB TNBTS.
(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]