MARKET DATA

Pendidikan Dapat Alokasi Terbesar Proyek Prasarana Strategis di 2027

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
10 September 2026 16:35
Sekolah Rakyat DKI Jakarta
Foto: Dok: Hutama Karya

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum menargetkan 1.058 unit output pembangunan pada 2027. Angka tersebut meningkat dibandingkan target pada tahap pagu indikatif yang mencapai 1.041 unit.

Tambahan target berasal dari 17 output prioritas yang masuk setelah pagu anggaran mengalami peningkatan. Proyek tersebut tersebar pada sektor pendidikan, perekonomian, olahraga, kesehatan hingga peribadatan.

"Penambahan Pagu Anggaran sebesar 1,037 triliun diperuntukkan untuk penambahan 17 output prioritas, yaitu: 4 unit Perguruan Tinggi dan Perguruan Tinggi Keagamaan, 3 unit Prasarana Perekonomian, 6 unit Prasarana Olahraga, 2 unit Prasarana Kesehatan, dan 2 unit Prasarana Peribadatan, serta dukungan manajemen untuk penguatan tata kelola dalam pelaksanaan infrastruktur bidang prasarana strategis," ujar Plt. Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Kuswara di Komisi V DPR RI, Kamis (10/9/26).

Kenaikan jumlah output tersebut terjadi setelah pagu Ditjen Prasarana Strategis bertambah dari angka indikatif. Total pagu kini mencapai Rp32,57 triliun, dengan sebagian besar dana diarahkan pada program pendidikan.

"Adapun total output pada Pagu Anggaran 2027 menjadi 1.058 unit, meningkat dari sebelumnya sebanyak 1.041 unit pada Pagu Indikatif," kata Kuswara.

Dari total target tersebut, sektor pendidikan menjadi penerima porsi terbesar. Pembangunan Sekolah Rakyat dan revitalisasi sekolah keagamaan mendominasi anggaran yang disiapkan.

"Pagu Anggaran Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Tahun Anggaran 2027 sebesar 32,57 triliun tersebut dimanfaatkan untuk Prasarana Pendidikan sebesar 29,44 triliun dengan target output sebanyak 686 unit," ujar Kuswara.

Sekolah Rakyat (SR) DKI Jakarta yang telah diselesaikan pembangunannya oleh PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya), Selasa (11/8). (Dok. Hutama Karya)Sekolah Rakyat (SR) DKI Jakarta yang telah diselesaikan pembangunannya oleh PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya), Selasa (11/8). (Dok. Hutama Karya) Foto: Sekolah Rakyat (SR) DKI Jakarta yang telah diselesaikan pembangunannya oleh PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya), Selasa (11/8). (Dok. Hutama Karya)

Sementara itu, prasarana permukiman mendapatkan alokasi Rp2,674 triliun dengan target 372 unit. Di dalamnya terdapat pembangunan fasilitas perekonomian, olahraga, kesehatan, peribadatan, cagar budaya dan infrastruktur strategis lainnya.

"Prasarana Permukiman sebesar 2,674 triliun untuk target output sebanyak 372 unit, yaitu: Prasarana Perekonomian sebesar 0,149 triliun sebanyak 6 unit, Prasarana Olahraga sebesar 0,775 triliun sebanyak 7 unit, Prasarana Kesehatan sebesar 0,31 triliun sebanyak 3 unit, Prasarana Peribadatan sebesar 0,11 triliun sebanyak 3 unit," tutur Kuswara.

Di luar proyek fisik, pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk menjalankan fungsi pengawasan dan pengendalian. Dukungan manajemen disiapkan agar pelaksanaan proyek di lapangan dapat dikendalikan bersama satuan kerja dan unit teknis.

"Dukungan Manajemen sebesar 0,456 triliun untuk belanja pegawai sebesar 0,274 triliun, belanja operasional sebesar 0,107 triliun, dan belanja non-operasional sebesar 0,075 triliun," kata Kuswara.

Kenaikan output tidak terlepas dari kegiatan yang sudah berjalan pada 2026. Sebagian tambahan tersebut merupakan proyek committed yang harus dilanjutkan pada tahun anggaran berikutnya.

"Penambahan output prioritas tersebut sebagian besar untuk kegiatan-kegiatan yang bersifat committed atau kegiatan lanjutan dari tahun 2026. Dengan penambahan tersebut, Ditjen Prasarana Strategis berkomitmen mengoptimalkan alokasi anggaran untuk mendukung percepatan penyediaan dan peningkatan kualitas prasarana strategis sesuai dengan prioritas pembangunan nasional," ujar Kuswara.

(fys/wur) [Gambas:Video CNBC]
Next Article PU Siapkan Rp1,15 Triliun Pulihkan Fasilitas di Aceh, Sumut dan Sumbar


Most Popular
Features