MARKET DATA

Program Rekening Massal Warga Pakai APBN, Purbaya Pastikan Duitnya Ada

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
10 September 2026 08:15
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui wartawan di gedung DPR, Rabu (2/9/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)
Foto: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui wartawan di gedung DPR, Rabu (2/9/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk mendanai saldo awal program pembukaan rekening bank bagi masyarakat yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Purbaya, kebutuhan anggaran untuk program tersebut masih dalam batas kemampuan fiskal pemerintah. Apalagi, saldo awal yang diberikan kepada setiap penerima relatif kecil.

"Mungkin ya. Kan kalau Rp50 ribu kali sekian, nggak banyak-banyak amat lah kalau saya lihat," kata Purbaya saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Ia menegaskan pemerintah masih memiliki cadangan belanja yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung program tersebut.

"Cadangan belanja pemerintah ada, selalu ada. Saya lihat masih masuk," ujarnya.

Program pembukaan rekening massal ini merupakan salah satu inisiatif Presiden Prabowo untuk memperluas inklusi keuangan nasional. Pemerintah menugaskan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) sebagai penyedia rekening bagi masyarakat.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp11 triliun untuk mendukung program tersebut. Dana itu berasal dari APBN dan akan digunakan sebagai setoran awal rekening bagi masyarakat.

Program ini ditargetkan menjangkau lebih dari 200 juta penduduk. Setiap rekening yang dibuka akan memperoleh saldo awal sebesar Rp50.000.

"Dari APBN. Totalnya kalau 200 juta penduduk kan berarti kira-kira 600 juta dolar AS atau sekitar Rp11 triliun lah," kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Dengan skema tersebut, pemerintah berharap semakin banyak masyarakat yang terhubung dengan layanan perbankan formal, sehingga akses terhadap berbagai program keuangan dan bantuan sosial dapat dilakukan secara lebih efektif dan tepat sasaran.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Purbaya Ungkap Alasan Prabowo Mau Buatkan Warga RI Rekening Bank


Most Popular
Features