MARKET DATA

Jepang Kepincut 'Rebana' di Jabar, Peluang Bisnis Baru Dibuka Lebar

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
08 September 2026 14:10
Asisten Deputi Pengembangan Kawasan Ekonomi dan Proyek Strategis Suroto.
Foto: Humas Ekon

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah terus menggenjot pengembangan Kawasan Rebana di Jawa Barat sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Kali ini, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menggandeng Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk membuka peluang investasi dan kemitraan baru, termasuk dari perusahaan-perusahaan Jepang.

Upaya tersebut dilakukan melalui penyelenggaraan Rebana Area Development Co-Creation Seminar: New Business Opportunities and Public-Private Partnerships in Indonesia di Jakarta, kemarin (7/9/2026).

Asisten Deputi Pengembangan Kawasan Ekonomi dan Proyek Strategis Kemenko Perekonomian Suroto mengatakan pengembangan Kawasan Rebana tidak cukup hanya berhenti pada tahap perencanaan. Pemerintah ingin berbagai rancangan yang telah disusun dapat diwujudkan menjadi proyek nyata yang menarik investasi dan menciptakan nilai tambah bagi perekonomian.

"Pengembangan Kawasan Rebana tidak berhenti pada penyusunan perencanaan, tetapi perlu diterjemahkan ke dalam program dan proyek yang dapat diimplementasikan serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian," ujar Suroto.

Menurutnya, kesiapan Kawasan Rebana sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru diperkuat oleh sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) yang telah beroperasi maupun terus dikembangkan. Di antaranya Pelabuhan Internasional Patimban, Bandara Kertajati, Tol Cisumdawu, Bendungan Cipanas, hingga Kawasan Industri Subang Smartpolitan.

Kawasan Rebana sendiri merupakan salah satu proyek pengembangan wilayah yang didorong melalui Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2021. Kawasan ini mencakup sejumlah wilayah strategis di Jawa Barat dan diproyeksikan menjadi pusat industri, logistik, hingga ekonomi hijau.

Daya tarik kawasan tersebut semakin terlihat setelah masuknya investasi besar, termasuk pabrik perakitan kendaraan listrik BYD yang telah diresmikan di Kawasan Industri Subang Smartpolitan.

Badan Pengelola (BP) Kawasan Rebana mencatat realisasi investasi di kawasan tersebut mencapai Rp36 triliun sepanjang 2025. Sementara hingga triwulan II-2026, investasi yang masuk telah mencapai Rp21,59 triliun atau sekitar 30% dari total investasi Jawa Barat.

Koordinator Promosi Investasi BP Kawasan Rebana Ahmad Nugraha mengatakan kawasan ini telah dirancang secara komprehensif dengan berbagai klaster strategis mulai dari industri manufaktur, penerbangan, pariwisata hingga pendidikan.

Saat ini terdapat 13 kawasan industri yang dialokasikan di Rebana, dengan delapan di antaranya telah beroperasi.

Tak hanya itu, kawasan tersebut juga didukung lebih dari 30 universitas dan sekitar 500 SMK maupun lembaga pelatihan yang diproyeksikan mampu menghasilkan tenaga kerja untuk mendukung ekspansi industri.

"Dengan dukungan tersebut, Kawasan Rebana diproyeksikan mampu menciptakan sekitar 1,7 juta hingga 1,8 juta lapangan kerja baru," ujar Ahmad.

Chief Representative JICA Indonesia Office Takeda Sachiko menilai Kawasan Rebana merupakan salah satu wilayah pertumbuhan paling penting di Indonesia. Menurutnya, Pelabuhan Internasional Patimban akan menjadi gerbang logistik utama yang menghubungkan industri Jawa Barat dengan pasar domestik maupun internasional.

Melalui kerja sama teknis dengan Pemerintah Indonesia, JICA telah membantu penyusunan master plan, penguatan koordinasi lintas pemangku kepentingan, hingga identifikasi program prioritas seperti Green Industry Hub.

Konsep tersebut menggabungkan pengembangan manufaktur, energi terbarukan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta target dekarbonisasi.

Selain industri hijau, seminar juga membahas peluang investasi di sektor ekonomi sirkular, pemanfaatan energi panas bumi (geothermal), floating solar panel di bendungan, teknologi pintar, hingga pengembangan kawasan industri modern.

Pemerintah berharap berbagai hasil perencanaan dan kerja sama yang telah disusun dapat ditindaklanjuti menjadi proyek investasi konkret.

"Dengan demikian, Kawasan Rebana diharapkan semakin mampu menarik investasi berkualitas sekaligus memperkuat keterhubungan antara kawasan industri, infrastruktur strategis, dan pusat-pusat kegiatan ekonomi di wilayah tersebut," kata Suroto.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
Next Article 2 Pabrik Komponen Otomotif Jepang di RI Mau Cabut, Ini Alasannya


Most Popular
Features