MARKET DATA
Internasional

Ledakan Dahsyat Guncang Markas Tentara, 7 Tewas

tfa,  CNBC Indonesia
08 September 2026 08:05
Ilustrasi ledakan. (Dok. Pexel/seduraw)
Foto: Ilustrasi ledakan. (Dok. Pexel/seduraw)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ledakan dahsyat mengguncang sebuah kompleks militer di Viacha, Bolivia, sekitar 30 kilometer dari La Paz, pada Jumat, 4 September lalu. Otoritas setempat mengonfirmasi tujuh orang tewas, sementara sejumlah lainnya masih dinyatakan hilang.

"Prioritas kami tetap menemukan rekan-rekan kami yang masih hilang dan memberikan jawaban kepada keluarga mereka sesegera mungkin," ujar Komandan Angkatan Darat Bolivia Hector Alarcón dalam konferensi pers, Senin (7/9/2026), seperti dikutip Reuters. Ia mengatakan tujuh orang masih dalam pencarian.

Ledakan terjadi sekitar pukul 14.30 waktu setempat atau 18.30 GMT di area yang digunakan untuk menyimpan bahan piroteknik. Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab insiden.

Menteri Kesehatan Bolivia Marcela Flores mengatakan sebanyak 84 pasien telah mendapatkan perawatan sejak ledakan terjadi. Dari jumlah tersebut, 31 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Presiden Bolivia Rodrigo Paz mengatakan insiden tersebut diduga merupakan kecelakaan yang berkaitan dengan penanganan bahan peledak yang disimpan di fasilitas militer.

"Angkatan Bersenjata kami sedang meninjau protokol dan segala hal yang diperlukan untuk menjamin keselamatan yang lebih baik," kata Paz.

Paz menegaskan evaluasi keselamatan tidak hanya ditujukan untuk personel militer, tetapi juga masyarakat yang tinggal di sekitar pangkalan.

"Tidak hanya bagi personel tamtama dan perwira, tetapi juga bagi warga yang tinggal di sekitar pangkalan militer," ujarnya.

Pemerintah Bolivia juga menetapkan masa berkabung nasional dan meminta masyarakat tidak mempolitisasi tragedi tersebut. Sementara itu, operasi pencarian terhadap korban yang masih hilang terus dilakukan di kompleks militer tersebut.

(tfa/tfa) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Negara Kacau Balau-Tuntut Presiden Mundur, AS Siap "Cawe-Cawe"


Most Popular
Features