MARKET DATA

Hore! Bantuan Beras Pemerintah 30 Kg Berlanjut hingga Desember

Emir Yanwardhana,  CNBC Indonesia
07 September 2026 22:24
Warga Penerima Bantuan Pangan (PBP) mengantre menerima beras bantuan pangan di Kelurahan Kebon Baru, Jakarta, Selasa, (1/9/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Warga Penerima Bantuan Pangan (PBP) mengantre menerima beras bantuan pangan di Kelurahan Kebon Baru, Jakarta, Selasa, (1/9/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Presiden Prabowo Subianto menginginkan agar bantuan beras dilanjut hingga akhir tahun, untuk mengantisipasi dampak El Nino.

Hal itu dibahas saat rapat terbatas di Istana Negara, bersama Presiden Prabowo Subianto, Senin (7/9/2026). Terkait memitigasi dampak El Nino, ada beberapa program yang disiapkan termasuk bantuan beras.

Bantuan beras itu akan dilanjutkan hingga Oktober, November, dan Desember 2026.

"Bantuan beras sampai bulan September itu 30 kg, dan arahan bapak presiden itu untuk dilanjutkan di bulan selanjutnya yaitu Oktober, November, dan Desember," tuturnya.

Sebagaimana diketahui, bantuan beras yang disalurkan sebelumnya telah digelontorkan kepada 33,2 juta keluarga kategori desil 1-4 sebanyak 10 kilogram per bulan selama 3 bulan.

Selain itu, Airlangga mengatakan, pemerintah juga terus memonitor dampak bencana erupsi gunung berapi terhadap kondisi perekonomian di daerah terdampak.

Pemantauan dilakukan untuk mengidentifikasi sektor-sektor yang mengalami gangguan serta memastikan langkah penanganan dapat disesuaikan dengan perkembangan di lapangan.

"Ya pertama tentu di daerah yang terdampak pasti terjadi kontraksi, dan kami masih monitor program-program apa yang terkena di berbagai provinsi tersebut," kata Airlangga.

Lebih lanjut, pemerintah juga mencermati dampak dari aktivitas erupsi sejumlah gunung berapi terhadap mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat. Airlangga mengatakan pemantauan dilakukan terhadap dampak letusan beberapa gunung di Indonesia, khususnya terhadap aktivitas masyarakat di wilayah terdampak.

"Sekarang juga kami sedang monitor akibat daripada letusan 5-6 gunung di Indonesia ini. Terutama untuk aktivitas masyarakat yang sangat berkurang," lanjutnya.

Selain aktivitas masyarakat, gangguan akibat bencana juga berpotensi memengaruhi sektor logistik. Pemerintah mencermati kondisi tersebut, termasuk dampaknya terhadap sektor penerbangan yang memiliki keterkaitan dengan pengangkutan kargo.

"Logistik sudah pasti di sektor penerbangan sudah terjadi gangguan. Karena sektor penerbangan juga ada kaitannya dengan kargo," kata Airlangga.

Lebih lanjut, Airlangga juga menyampaikan bahwa pemerintah masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan gangguan tersebut, termasuk memperkirakan berapa lama penutupan atau pembatasan pada sektor penerbangan perlu dilakukan.

"Kita masih monitor berapa lama ini harus ditutup," kata Airlangga.

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Bapanas Alokasikan Bantuan Beras Hampir Rp100 M Buat Korban Gempa NTT


Most Popular
Features