Wakil Menteri Ditangkap dalam Kasus Korupsi Migas, Uang Rp177 M Disita
Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas kehakiman Irak berhasil menyita uang tunai sekitar US$10 juta (Rp177 miliar), beserta 35 properti dan enam kendaraan mewah, sebagai bagian dari investigasi korupsi yang kian meluas. Kasus kakap ini secara langsung menyeret nama mantan direktur kantor seorang pejabat senior perminyakan di negara tersebut.
Mengutip Turkiye Today, Kamis (3/9/2026), Dewan Kehakiman Tertinggi Irak pada hari Senin mengumumkan bahwa rentetan aset tersebut disita dari terdakwa Alaa Mohsen Khalaf. Khalaf diketahui sebelumnya menjabat sebagai direktur kantor Adnan al-Jumaili, yang merupakan mantan wakil menteri perminyakan untuk urusan penyulingan.
Seorang hakim investigasi di Pengadilan Kriminal Pusat Baghdad untuk Pemberantasan Korupsi memerinci nilai fantastis dari tumpukan harta haram yang disita dari tangan Khalaf.
"Otoritas menyita 7 miliar dinar Irak, senilai sekitar US$5,3 juta (Rp93,81 miliar), dan US$5,5 juta (Rp97,35 miliar) lainnya dalam mata uang AS dari terdakwa Alaa Mohsen Khalaf," paparnya.
Hakim juga menegaskan bahwa 35 properti dan enam kendaraan milik Khalaf telah resmi disita, sementara proses penyelidikan atas kasus ini masih terus berlangsung.
Eks Wamen Turut Ditahan
Dewan Kehakiman menyatakan bahwa mantan wakil menteri Adnan al-Jumaili saat ini juga tengah ditahan atas berbagai tuduhan yang melibatkan penyalahgunaan dana publik. Jumaili secara resmi telah dipecat pada bulan Juni lalu atas tuduhan pemborosan dana publik dan pemberian kontrak yang melanggar hukum.
Pihak berwenang saat ini juga tengah berfokus mendalami kesaksian yang diberikan oleh Jumaili sebagai bagian penting dari penyelidikan tersebut.
Penyitaan masif ini merupakan bagian dari kampanye skala besar melawan korupsi keuangan dan administratif yang diluncurkan oleh pemerintah Irak pada 28 Juni lalu. Bekerja sama erat dengan Dewan Kehakiman Tertinggi, kampanye ini bertujuan untuk memburu secara agresif pihak-pihak yang terlibat dalam kasus korupsi dan memulihkan dana publik negara.
Hingga saat ini, puluhan pejabat dan mantan pejabat, anggota parlemen, serta pengusaha, termasuk tokoh-tokoh kuat yang terkait dengan sektor perminyakan, telah resmi ditahan. Otoritas terkait juga terus menggencarkan penggerebekan di Baghdad dan beberapa provinsi lainnya untuk menyita uang tunai, properti, serta aset-aset lain yang memiliki kaitan kuat dengan jaringan korupsi tersebut.
(tps/luc) [Gambas:Video CNBC]