MARKET DATA
Internasional

Eks Menkeu Ditangkap Korupsi, Pakai Uang Negara Bayar Pegawai Pribadi

sef,  CNBC Indonesia
01 September 2026 20:10
Mantan Menteri Keuangan Sri Lanka Ravi Karunana. (Dok. ravikarunanayake.com)
Foto: Mantan Menteri Keuangan Sri Lanka Ravi Karunana. (Dok. ravikarunanayake.com)

Jakarta, CNBC Indonesia - Mantan (eks) Menteri Keuangan Sri Lanka Ravi Karunanayake ditangkap karena diduga menggunakan uang negara untuk membayar gaji pegawai pribadinya. Ia ditahan pada Senin setelah menjalani pemeriksaan panjang oleh Commission to Investigate Allegations of Bribery or Corruption (CIABOC), lembaga antikorupsi utama Sri Lanka.

Mengutip The Strait Times, Selasa (1/9/2029), seorang pejabat CIABOC mengatakan Karunanayake diduga berada di balik pembayaran gaji kepada tiga orang yang secara resmi tercatat sebagai pegawai National Lotteries Board (NLB), tetapi dalam praktiknya bekerja untuk kepentingan pribadi sang mantan menteri. 

NLB merupakan lembaga pemerintah yang mengoperasikan berbagai undian/lotere dan hasilnya digunakan antara lain untuk mendukung pendapatan negara serta program sosial.

"Mantan menteri tersebut berada di balik pembayaran gaji kepada tiga orang dari National Lotteries Board, tetapi mereka melakukan pekerjaan pribadi untuknya," kata pejabat CIABOC dengan syarat anonim.

Penangkapan Karunanayake merupakan bagian dari kampanye pemberantasan korupsi yang semakin gencar dilakukan Presiden Sri Lanka Anura Kumara Dissanayake, yang mulai menjabat pada 2024. Karunanayake merupakan anggota pemerintahan mantan Presiden Ranil Wickremesinghe.

Mantan Menteri Lain Juga Ditangkap

Kasus Karunanayake bukan satu-satunya penindakan terhadap mantan pejabat tinggi Sri Lanka. Pada awal Agustus 2026, mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Sri Lanka Keheliya Rambukwella juga ditangkap karena membantu pencurian batu sakral berusia berabad-abad dari istana raja Sinhala terakhir di Sri Lanka.

Rambukwella menjabat sebagai menteri kesehatan ketika Sri Lanka mengalami krisis obat-obatan yang parah setelah negara tersebut gagal membayar utang luar negerinya sebesar US$46 miliar pada April 2022. Krisis tersebut menjadi salah satu titik terburuk dalam krisis ekonomi Sri Lanka yang memicu kelangkaan barang, inflasi tinggi, hingga gejolak politik.

Selain itu, seluruh anggota keluarga dekat mantan Presiden Mahinda Rajapaksa juga tengah menghadapi penyelidikan atau proses hukum terkait dugaan pencucian uang, suap, hingga pembunuhan.

(sef/luc) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Hujan Deras 2 Hari Picu Banjir & Tanah Longsor Kebun Teh, 5 Tewas


Most Popular
Features