Banyak Warga Gak Puas, Popularitas Presiden Ini Merosot 38%
Jakarta, CNBC Indonesia - Popularitas Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Jae Myung terus merosot. Tingkat persetujuannya turun menjadi 38,9%, atau untuk pertama kalinya sejak menjabat berada di bawah level 40%.
Berdasarkan jajak pendapat Realmeter yang dirilis Senin (31/8/2026), tingkat persetujuan Lee turun 1,3 poin persentase dari pekan sebelumnya. Sebaliknya, ketidaksetujuan terhadap Lee naik 1,8 poin menjadi 58,7%, sehingga selisih keduanya mencapai 19,8 poin persentase.
Penurunan tersebut menjadi yang ketujuh secara beruntun. Realmeter mengaitkan tren ini dengan meningkatnya ketidakpuasan masyarakat terhadap harga rumah dan sewa, kontroversi pencalonan hakim Mahkamah Agung (MA), serta menurunnya kepercayaan terhadap kepolisian setelah kasus orang hilang di Jeju.
Dukungan Lee mengalami penurunan paling tajam di kalangan pemilih berusia 50-an. Tingkat persetujuan dari kelompok ini anjlok 7,5 poin menjadi 40,8%, sekaligus melanjutkan penurunan selama tiga pekan berturut-turut dari 53% pada pekan kedua Agustus.
Popularitas Lee juga turun di kalangan pemilih berusia 40-an, 60-an, serta kelompok berusia 70 tahun ke atas. Namun, dukungan dari pemilih berusia 30-an justru melonjak 8,8 poin persentase.
Secara regional, penurunan terbesar tercatat di Daejeon, Sejong, dan wilayah Chungcheong. Tingkat persetujuan terhadap Lee di kawasan tersebut merosot 8,5 poin persentase.
Selain persoalan ekonomi dan perumahan, Realmeter menyebut perselisihan di internal kubu pemerintahan turut menjadi faktor yang menekan popularitas presiden. Sejumlah kontroversi tersebut disebut berkontribusi terhadap meningkatnya ketidakpuasan publik.
Survei Realmeter dilakukan pada 24-28 Agustus terhadap 2.509 pemilih berusia 18 tahun ke atas di seluruh Korea Selatan. Survei dilakukan melalui telepon otomatis dengan nomor ponsel yang dibuat secara acak, memiliki margin of error 2 poin persentase pada tingkat kepercayaan 95%, dan tingkat respons 3,9%.