MARKET DATA

40 Perusahaan Baja Masuk Radar Purbaya, Diduga Rugikan Negara Rp5 T

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
28 August 2026 19:50
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa kembali memimpin sidang Debottlenecking pada Rabu (26/8/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)
Foto: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa kembali memimpin sidang Debottlenecking pada Rabu (26/8/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah mengantongi daftar 40 perusahaan baja yang akan diperiksa terkait pengemplangan pajak.

"Saya punya list 40. Baru diperiksa satu," ujar Purbaya kepada awak media saat ditemui di Gedung Juanda, Jakarta pada Jumat (28/8/2026).

Dari hasil penelusuran tim Kementerian Keuangan, Purbaya mengatakan, total potensi pajak yang bocor perusahaan tersebut kurang lebih Rp 4 triliun sampai Rp 5 triliun.

"Dari sektor industri baja yang tidak beroperasi sesuai aturan seperti beberapa dari perusahaan China potensinya bisa lebih dari Rp5 triliun. Dari sektor bahan bangunan yang pola kerjanya sama, potensinya juga lebih dari Rp5 triliun," kata Purbaya.

Menkeu memastikan akan berupaya membereskan masalah pengemplangan pajak yang teridentifikasi sejak awal tahun.

"Tahun depan masalah ini akan kita selesaikan agar penerimaan negara lebih baik dan perusahaan nasional bisa lebih kompetitif. Perusahaan baja nasional kan saat ini tidak bisa bersaing karena tertekan," ujar Purbaya.

Menurut Purbaya, kendala penanganan masalah kepatuhan pajak penghasilan (PPh), pajak pertambahan nilai (PPN), hingga bea masuk sektor bisnis dari China itu belum mampu tertangani tuntas pada tahun ini karena lambatnya penanganan di direktorat terkait.

Purbaya menganggap, modus utama pengemplang pajak di dua sektor itu terkait erat dengan praktik impor bodong yang bisa dengan bebas diperdagangkan di dalam negeri.

"Banyak juga praktik impor bodong untuk barang-barang yang kemudian dijual di tempat umum. Jumlah barangnya sangat banyak-kalau saya sebutkan satu per satu nanti jadi rumit. Selama ini penanganannya belum terlalu serius, dan saya akan membereskan hal tersebut," tegasnya.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Purbaya Ungkap Setoran Pajak Tumbuh 23% di Akhir Juli


Most Popular
Features