MARKET DATA
Internasional

Miris! Mayat Korban Banjir Bandang Nepal Diseret, Anting Emas Dicuri

sef,  CNBC Indonesia
28 August 2026 16:40
Seorang pria yang membawa barang-barangnya berjalan melintasi puing-puing pascabanjir dahsyat di Trishuli, Distrik Nuwakot, Nepal, pada 27 Agustus 2026. (REUTERS/Navesh Chitrakar)
Foto: Seorang pria yang membawa barang-barangnya berjalan melintasi puing-puing pascabanjir dahsyat di Trishuli, Distrik Nuwakot, Nepal, pada 27 Agustus 2026. (REUTERS/Navesh Chitrakar)

Jakarta, CNBC Indonesia - Cerita memilukan datang dari bencana banjir bandang di Nepal dan Tibet. Dilaporkan bagaimana di tengah upaya penyelamatan, dua orang ditangkap karena mencuri anting emas dari mayat korban bencana yang terseret arus Sungai Narayani.

Video viral memperlihatkan dua pria mengambil benda yang diduga merupakan anting emas dari jenazah seorang perempuan yang terbawa banjir. Polisi Nepal kemudian mengunggah ulang video berdurasi 41 detik tersebut dan menyatakan kedua pria itu telah ditahan.

Mengutip NDTV, dalam video tersebut, terlihat bagaimana dua pria menarik jenazah perempuan keluar dari air menggunakan papan kayu dan rambut korban. Mereka kemudian mengambil anting dari kedua telinga korban dan meletakkannya di samping.

Sejumlah orang terlihat berdiri di sekitar lokasi dan merekam kejadian tersebut menggunakan ponsel mereka. Polisi Chitwan kemudian mengatakan bahwa berdasarkan penyelidikan, kejadian tersebut berkaitan dengan jenazah korban yang terseret ke Sungai Narayani akibat banjir besar.

Berdasarkan video tersebut, polisi mengidentifikasi kedua tersangka sebagai Madan Gurung, 25 tahun, dan Umesh Chaudhary, 38 tahun. Media Nepal Khabarhub melaporkan, mengutip kepolisian, bahwa kedua tersangka ditangkap di sekitar Pokhara Bus Park, Bharatpur Metropolitan City-1, Kamis waktu setempat.

"Penjarahan maupun tindakan tidak manusiawi dalam bentuk apa pun terhadap para korban di tengah situasi sulit tidak akan ditoleransi," ujar polisi.

Hingga saat ini, tim penyelamat masih menyisir lumpur untuk mencari korban bencana banjir Nepal dan Tiber. Dalam update Jumat siang, setidaknya orang tewas dan lebih dari 1.400 orang dilaporkan hilang

"Ketebalan lumpur di wilayah sekitar lokasi rata-rata mencapai lebih dari 1,5 meter," kata tim penyelamat.

Stasiun televisi pemerintah China, CCTV, melaporkan seluruh jalan menuju perlintasan tersebut mengalami kerusakan. Potensi longsoran susulan juga masih ada karena hujan terus mengguyur wilayah tersebut.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Potret Udara Terkini Banjir Bandang Nepal-Tibet, Petaka Baru Terungkap


Most Popular
Features