Purbaya Buka Suara Soal Pejabat Bea Cukai Ditangkap KPK
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi penangkapan Kepala Pengawasan dan Pelayanan Ditjen Bea Cukai Wilayah Kediri, Gatot Heroe Hernanda.
Purbaya mengatakan bahwa penangkapan tersebut merupakan salah satu bentuk perbaikan di bea cukai dan pajak.
"Itu nanti kan kita sudah melakukan perbaikan di bea cukai dan pajak ya. Jadi itu salah satu titik awal kita perbaiki ke depan," katanya saat ditemui pewarta di Gedung Parlemen, Jakarta pada Kamis (27/8/2026).
Dirinya berharap ke depan kasus korupsi dan penyelewengan semakin berkurang dan tidak terulang lagi, sehingga bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam membayar pajak ke pemerintah.
"Makin menuju nol (korupsi), sehingga tax collection rate kita bisa meningkat dan orang yang mau bayar pajak pun rela bayar pajak karena uangnya enggak dibuat main-main," tegas Purbaya.
Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap Gatot Heroe sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan suap impor. Dalam penggeledahan di rumah Heroe, KPK menyita uang senilai Rp2,8 miliar dalam bentuk dolar Singapura dan dolar Amerika Serikat.
KPK mengatakan bahwa Gatot menerima uang Rp3,25 miliar dari bos PT Bluerray Cargo sebagai suap untuk kelancaran proses kepabeanan. Gatot adalah salah satu pejabat yang ikut dalam pertemuan bersama para pelaku korupsi lain dengan John Field yang meminta proses kepabeanan tersebut dibantu secara ilegal.
(ras/mij) [Gambas:Video CNBC]