MARKET DATA

BI Ramal Ekonomi RI Bisa Tembus 6% pada 2027, Ini Kunciannya

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
27 August 2026 14:48
Calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Aida S. Budiman saat menjalani Uji Kelayakan atau Fit and Proper Test di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Rabu (26/8/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Aida S. Budiman saat menjalani Uji Kelayakan atau Fit and Proper Test di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Rabu (26/8/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) memperkirakan, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa tembus 6% pada 2027, meskipun rentang proyeksi pada tahun itu BI tetapkan di kisaran 5,1%-5,9%, lebih tinggi dari proyeksi 2026 sebesar 4,9%-5,7%.

"Kami melihat adanya kemungkinan untuk bisa PDB menjadi lebih tinggi lagi dari kisaran kami 5,9%, yakni menjadi 6%," kata Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman saat rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR, Kamis (27/8/2026).

Aida mengatakan, setidaknya ada 3 asumsi yang membuat BI menganggap laju pertumbuhan 6% bisa terealisasi, sebagaimana target yang telah pemerintah tetapkan dalam RAPBN 2027.

Asumsi pertama ialah bila prospek ekonomi global membaik, sesuai dengan proyeksi BI yang mampu tumbuh di kisaran 3,3% pada 2027, dengan syarat turunnya tensi konflik geopolitik di Timur Tengah.

Menurut BI, prospek ekonomi global itu akan terjadi meskipun tekanan inflasi global diperkirakan berlanjut sehingga mendorong kebijakan moneter lebih ketetat di Amerika Serikat.

Suku bunga kebijakan moneter bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) yakni Fed Fund Rates saat ini dipertahankan pada level 3,5-3,75% dan menurut BI terdapat kemungkinan naik pada kuartal IV-2026 serta bertahan di 2027.

"Kita lihat pertama adalah lebih baiknya prospek ekonomi global sehingga dapat tingkatkan permintaan ekspor Indonesia termasuk aliran modal masuk khususnya dari penanaman modal asing dan juga portofolio," papar Aida.

Adapun asumsi kedua yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia 6% ialah peningkatan investasi dari akselerasi Proyek Strategis Nasional.

Sementara itu, asumsi ketiga terkait dengan realisasi optimalisasi penerimaan Devisa Hasil Ekspor (DHE), termasuk kenaikan aliran modal asing atau inflows akibat pertumbuhan ekonomi dan berbagai macam langkah-langkah yang dilakukan pemerintah.

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Meski Dunia Berantakan, ADB Ramal Ekonomi RI Tetap Tumbuh 5,2% di 2026


Most Popular
Features