Video: Danantara Dibantu Kejagung, KPK - Kemendagri Atasi Masalah BUMN
Jakarta, CNBC Indonesia- Sektor konstruksi dan infrastruktur menjadi sektor bisnis perusahaan BUMN yang juga menjadi fokus reformasi BPI Danantara. Chief Operating Officer BPI Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria menyebutkan dari 7 perusahaan karya terdapat 3 perusahaan BUMN yang sehat yakni Nindya Karya, Brantas Abipraya dan Hutama Karya sementara sisanya menghadapi persoalan fundamental terkait keuangan dengan utang konsolidasi mencapai Rp 180 Triliun dari induk dan anak usaha sehingga perbaikan jangka panjang dibutuhkan.
Dony Oskaria menargetkan pada akhir 2026, persoalan BUMN karya akan dapat diselesaikan dan tidak boleh dapat terjadi kembali di masa yang akan datang. Danantara juga bekerja sama dengan Kejaksaan, BPKP, Kemenkum, KPK hingga Kemendagri dalam mengatasi persoalan BUMN
Melalui konsolidasi BUMN Karya ini, perusahaan BUMN karya akan fokus ke bisnis kontraktor sehingga tidak ada lagi yang memiliki bisnis tambahan seperti fiber optik, properti, air hingga hotel. Transformasi ini juga diharapkan dapat mendorong pembangunan infrastruktur termasuk berlanjutnya pembangunan Tol Sumatra, sebagai pengembangan dan pembangunan infrastruktur pemerintah dengan kerjasama dengan sektor swasta.
Seperti apa perkembangan reformasi perusahaan BUMN di Bawah BPI Danantara? Selengkapnya simak dialog Andi Shalini dengan Chief Operating Officer BPI Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Kamis, 27/08/2026)a