MARKET DATA

Prabowo Terima Laporan, Banyak Warga NTT Ngungsi Takut Gempa Susulan

Emir Yanwardhana,  CNBC Indonesia
26 August 2026 15:15
Kemenkes mempercepat pembangunan rumah sakit lapangan di Kabupaten Manggarai usai terdampak gempa NTT. (Dok. Kemenkes)
Foto: Kemenkes mempercepat pembangunan rumah sakit lapangan di Kabupaten Manggarai usai terdampak gempa NTT. (Dok. Kemenkes)

NTT, CNBC Indonesia - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengungkapkan masih banyak warga Nusa Tenggara Timur yang memilih mengungsi ke daerah terpencil karena takut dengan gempa susulan. Hal ini juga diperparah isu gempa susulan yang beredar di media sosial.

Hal itu diungkapkan Suharyanto dalam laporannya kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terkait penanganan gempa NTT di Posko Penanganan Bencana di Nagekeo, Rabu (26/8/2026).

Hingga saat ini, Suharyanto mengatakan terdapat 143 kali gempa susulan yang dirasakan oleh masyarakat. Namun, gempa yang paling kuat yang dirasakan masyarakat berkekuatan M 6,2. Banyaknya gempa susulan tersebut membuat masyarakat memilih mengungsi ke daerah terpencil dibanding tinggal di rumah mereka.

"Kemudian gempa-gempa besarnya ratusan kali terasa, 143 kali yang terasa ini masyarakat Flores ini takut begitu Bapak Presiden sehingga mereka mengungsi di titik-titik yang jauh, pengungsi-pengungsi mandiri. Kami sudah himbau supaya mereka masuk ke pengungsian terpusat tetapi kan masyarakat tidak bisa dipaksa Bapak Presiden," kata Suharyanto.

Di sisi lain, Suharyanto mengatakan, terdapat sejumlah isu atau hoaks yang beredar di masyarakat. Beberapa di antaranya bakal adanya gempa susulan yang besar dan bahkan akan ada tsunami.

"Jadi sebetulnya jumlah pengungsi yang banyak ini bukan karena terdampak gempa secara langsung tetapi karena gempa susulannya banyak. Mereka ketakutan dan juga ada beberapa isu dari media sosial yang menyatakan bahwa akan ada gempa susulan yang lebih besar, bahkan ada tsunami," katanya.

Untuk itu jajaran BNPB bersama pemerintah daerah dan instansi terkait terus memerangi isu-isu hoaks dan mengedukasi masyarakat.

"Ini yang terus kami perangi, gotong royong semua unsur untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat," katanya.

Dalam laporannya, Suharyanto mengatakan, hingga data per Selasa (25/8/2026) pukul 17.00 WIB, gempa NTT mengakibatkan 105 orang meninggal dunia dan 1.678 orang luka-luka. Selain itu, katanya, terdapat 179.037 warga yang mengungsi, 81.436 unit rumah rusak dan 1.951 fasilitas umum yang rusak.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terdapat 7.259 kali gempa susulan sejak gempa utama berkekuatan M 7,7 pada Sabtu (15/8/2026) hingga Selasa (25/8/2026) kemarin. Dari ribuan gempa susulan tersebut, tidak ada gempa yang kekuatannya lebih dari M 7,7.

(hoi/hoi) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Update Gempa NTT: 87 Orang Meninggal dan 150 Ribu Warga Mengungsi


Most Popular
Features