TV Iran Tayangkan Ancaman Bunuh Putra Trump Barron, ImbalannyaRp177 M
Jakarta, CNBC Indonesia - Putra Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Barron Trump, kini diburu dan terancam dibunuh. Setidaknya ini terlihat dalam tayangan TV Iran, IRIB, awal pekan ini.
Tayangan tersebut memuat segmen khusus menggambarkan "upaya untuk melacak keberadaan putra bungsu Trump", yang baru berusia 20 tahun itu. Tayangan juga menyebut adanya hadiah US$10 juta (sekitar Rp 177 miliar/ Rp17.703 per dolar AS) bagi pihak yang mampu mendapatkannya.
"Where to kill Barron Trump (di mana membunuh Barron Trump)?!" judul video tersebut, dikutip Rabu (26/8/2026).
Mengutip CNNÂ International, laporan berdurasi sekitar tiga menit itu, baru pertama kali menyasar Barron. Sebelumnya, ancaman juga pernah ditujukan kepada Ibu Negara Melania Trump.
Profil Barron Trump. (Tangkapan layar X) Foto: Profil Barron Trump. (Tangkapan layar X) |
Tayangan menggunakan grafis dramatis yang menampilkan aktivitas pengawasan, aktivitas daring, serta orang-orang di sekitar Barron. Televisi Iran juga menampilkan sejumlah lokasi dan platform daring yang disebut berkaitan dengan upaya tersebut.
Tayangan IRIB pun menggambarkan usaha memetakan hubungan sosial di sekitar Barron sekaligus menembus lapisan perlindungan pasukan pengawal presiden AS, Secret Service. Namun, laman Iran International tidak dapat memverifikasi secara independen klaim operasional yang disampaikan dalam tayangan tersebut.Â
Sebelumnya, sejak 2020, jaksa AS menuduh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) merencanakan pembunuhan ke Trump dan sejumlah mantan pejabat senior AS. Rencana tersebut dikaitkan dengan aksi balas dendam atas pembunuhan Qasem Soleimani, komandan Pasukan Quds IRGC, dalam serangan AS pada 2020.
Disebut pula di 2024 Iran dituding menugaskan seorang agen untuk mengembangkan rencana pembunuhan terhadap Trump. Retorika pembunuhan semakin meningkat sejak perang dimulai pada 28 Februari, ketika serangan AS-Israel menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei serta sejumlah pejabat senior militer dan politik Iran.
Sementara itu Secret Service mengatakan tengah menyelidiki ini. Namun masalah intelijen perlindungan tak dibahas karena terkait keamanan operasional.
"Secret Service mengetahui video tersebut dan menyelidiki segala sesuatu yang dapat dianggap sebagai ancaman terhadap orang-orang yang kami lindungi," kata juru bicara Secret Service Nate Herring kepada CNNÂ International.
Upaya Pembunuhan Trump Usai KTTÂ NATO
Sebelumnya, Trump secara terbuka membahas ancaman Iran terhadap dirinya. Pada Juli lalu, Trump mengatakan ia berada dalam daftar target Iran.
"Saya masuk dalam daftar apa pun... sejauh ini, saya kira saya cukup beruntung, tetapi mungkin keberuntungan itu tidak akan bertahan lama. Mereka adalah orang-orang jahat dan sakit," kata Trump.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam KTT NATO di Turki. Setelah itu, Trump diam-diam meninggalkan negara tersebut menggunakan pesawat militer alternatif dalam operasi yang rumit.
Ia bahkan menaiki pesawat tersebut setelah disembunyikan di dalam truk katering, sebagai bagian dari tipu daya yang dipicu oleh ancaman Iran. Seseorang sumber mengatakanbahwa ancaman itu melibatkan rudal yang ditembakkan dari bahu dan dinilai cukup spesifik sehingga pejabat AS khawatir nyawa Trump akan berada dalam risiko sangat besar jika ia menggunakan salah satu pesawat Air Force One.
