MARKET DATA
Internasional

Barron Trump Mau Dibunuh, "Paspampres" Turun Tangan

luc,  CNBC Indonesia
26 August 2026 06:30
Republican presidential nominee and former U.S. President Donald Trump takes the stage with his wife Melania and son Barron to address supporters at his rally, at the Palm Beach County Convention Center in West Palm Beach, Florida, U.S., November 6,
Foto: REUTERS/Brian Snyder

Jakarta, CNBC Indonesia - US Secret Service alias Paspampres AS tengah menyelidiki sebuah video yang berisi ancaman terhadap Barron Trump, putra bungsu Presiden Donald Trump.

Juru bicara Secret Service Nate Herring mengatakan pihaknya mengetahui keberadaan video tersebut dan langsung melakukan penyelidikan karena materi itu dapat dikategorikan sebagai ancaman terhadap individu yang berada di bawah perlindungan lembaga tersebut.

Ia menambahkan bahwa informasi lebih rinci mengenai penyelidikan tidak dapat disampaikan kepada publik.

"Karena alasan keamanan operasional, kami tidak membahas hal-hal yang berkaitan dengan intelijen perlindungan," ujar Herring, dikutip Rabu (26/8/2026).

Video tersebut disiarkan pada akhir pekan oleh Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), lembaga penyiaran milik negara Iran yang dinilai sejalan dengan kelompok garis keras dalam pemerintahan Iran. Pimpinan lembaga penyiaran tersebut ditunjuk secara langsung oleh Pemimpin Tertinggi Iran.

Seorang sumber penegak hukum federal mengatakan kepada CNN bahwa video itu merupakan bagian dari rangkaian video yang dibuat Iran untuk menargetkan keluarga Trump dan Trump sendiri. Beberapa video di antaranya memuat informasi mengenai pergerakan serta saran mengenai cara membunuh anggota keluarga presiden.

Video tersebut menampilkan sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat Barron Trump berada atau berpotensi berada, dengan narasi yang mengarah pada upaya untuk membunuhnya. Pada bagian akhir video, muncul indikasi adanya hadiah atau imbalan sebesar US$10 juta bagi pihak yang melakukan pembunuhan tersebut.

Ancaman terhadap keluarga Trump dari Iran bukan hal baru. Pemerintah dan kelompok yang terkait dengan Iran telah secara terbuka melontarkan ancaman terhadap Trump maupun anggota keluarganya sejak masa jabatan pertamanya sebagai Presiden AS.

Trump sendiri telah menjadi salah satu sasaran utama kepemimpinan Iran sejak memerintahkan serangan udara AS yang menewaskan Jenderal Iran Qasem Soleimani pada awal 2020.

Kematian Soleimani kemudian menjadi salah satu titik paling sensitif dalam hubungan antara Washington dan Teheran. Sejumlah sumber juga sebelumnya menyebut adanya perhatian khusus dari aparat keamanan AS terhadap ancaman yang berasal dari Iran maupun kelompok yang menjadi proksinya, terutama ancaman yang ditujukan langsung kepada Trump.

Wakil Direktur Secret Service Matt Quinn mengatakan persoalan tersebut telah diketahui secara luas dan bukan merupakan ancaman yang tersembunyi.

"Saya rasa bukan rahasia lagi, hal ini sudah diberitakan di media, bahwa Iran secara terbuka mengatakan mereka ingin membunuh Presiden Trump," kata Quinn kepada wartawan dalam sebuah acara pada bulan lalu.

 

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Israel Bocorkan Ancaman Pembunuhan Trump, CIA: Ah yang Bener?


Most Popular
Features