MARKET DATA
Internasional

Lebih-Lebih Dari Kritis! Volkswagen Terancam Tutup Pabrik

Tim Redaksi,  CNBC Indonesia
25 August 2026 07:30
Volkswagen. (REUTERS/Leonardo Benassatto/File Photo)
Foto: Volkswagen. (REUTERS/Leonardo Benassatto/File Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - CEO Volkswagen (VW) Oliver Blume mengungkap kondisi perusahaan saat ini "lebih dari kritis", di tengah tekanan industri otomotif global, persaingan dari produsen asal China, hingga ancaman penutupan sejumlah pabrik.

Pernyataan tersebut disampaikan Blume menjelang pertemuan dengan para pekerja Volkswagen di sejumlah fasilitas perusahaan di Jerman. Dalam pertemuan itu, ia akan menjelaskan rencana penghematan dan restrukturisasi perusahaan.

Blume mengatakan Volkswagen dan industri otomotif Jerman sedang menghadapi perubahan terbesar dalam sejarah akibat berbagai tekanan global dan persaingan dari produsen Tiongkok.

"Situasi yang kami hadapi saat ini lebih dari kritis," ujar Blume dalam wawancara yang dipublikasikan di jaringan internal perusahaan, mengutip CNN, Selasa (25/8/2026).

Menurutnya, tingkat keuntungan Volkswagen saat ini belum cukup untuk memastikan perusahaan memiliki sumber daya dalam jangka panjang guna mengembangkan teknologi, produk baru, maupun mempertahankan lokasi produksinya.

Volkswagen tengah mempertimbangkan pemangkasan tenaga kerja dalam jumlah besar. Namun, Blume menegaskan belum ada keputusan final mengenai penutupan pabrik.

Meski demikian, ia menyebut perusahaan belum melihat jalan agar sejumlah pabrik dapat tetap mencetak keuntungan pada dekade 2030-an. Pabrik yang dimaksud berada di Emden, Hannover, Zwickau, dan Neckarsulm.

"Kami saat ini tidak dapat melihat cara agar pabrik di Emden, Hannover, Zwickau dan Neckarsulm tetap menguntungkan pada 2030-an," jelasnya.

Blume mengatakan penutupan pabrik akan menjadi solusi terakhir. Oleh karena itu, Volkswagen masih mencari alternatif penggunaan fasilitas yang produksinya kemungkinan dihentikan. Salah satunya adalah pabrik di Osnabrueck - perusahaan dikatakan sedang melakukan pembicaraan lanjutan dengan sejumlah perusahaan dari industri pertahanan untuk mencari fungsi alternatif bagi fasilitas tersebut.

Selain potensi penutupan pabrik, Volkswagen juga menghadapi persoalan kelebihan kapasitas produksi di Eropa. Blume memperkirakan terdapat kapasitas produksi berlebih hingga sekitar 500.000 kendaraan per tahun.

Tekanan terhadap Volkswagen tidak hanya berasal dari persaingan dengan produsen Tiongkok. Blume juga menyoroti tarif Amerika Serikat, perang di Timur Tengah, serta beban regulasi sebagai tantangan yang semakin memperberat kondisi perusahaan.

Ketika ditanya apakah situasi industri otomotif akan membaik, Blume justru memperingatkan bahwa risiko global berpotensi semakin memburuk. "Sebaliknya, kita harus berasumsi bahwa risiko akan semakin memburuk di seluruh dunia," pungkasnya.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Ini Mobil Paling Gak Laku di RI, 6 Bulan Cuma Terjual 10 Unit


Most Popular
Features