MARKET DATA

Penjualan Mobil Sudah 500 Ribu Unit Lebih, Bisa Tembus 1 Juta?

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
23 August 2026 17:15
Calon pembeli melihat mobil baru di Showroom Suzuki di Kawasan Gading Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (16/2/2021). Pemerintah memutuskan untuk memberikan insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) atau pajak 0%. Insentif tersebut terbagi menjad
Foto: Calon pembeli melihat mobil baru di Showroom Suzuki di Kawasan Gading Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (16/2/2021). Pemerintah memutuskan untuk memberikan insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) atau pajak 0%. Insentif tersebut terbagi menjadi tiga tahap yang akan dievaluasi per tiga bulan. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar mobil nasional mencatat penjualan lebih dari 500 ribu unit pada enam bulan pertama tahun berjalan. Capaian tersebut membuat target penjualan hingga 1 juta unit dalam setahun kembali menjadi perhatian industri otomotif.

Sekretaris Jenderal Gaikindo Kukuh Kumara menyebut capaian semester pertama menjadi modal penting untuk mengejar target tahunan. Namun, perjalanan menuju angka 1 juta unit masih bergantung pada kondisi pasar dalam enam bulan berikutnya.

"Agak berat kita jawabnya karena memang kalau dilihat nih kan sampai dengan 6 bulan pertama kan sudah di atas 500 ya," ujar Kukuh kepada CNBC Indonesia, Minggu (23/8/2026).

Berdasarkan data Gaikindo, total penjualan mobil nasional periode Januari-Juli 2026 mencapai 517.742 unit secara wholesales (naik 18,3% secara year-on-year) dan 511.514 unit untuk penjualan retail (naik 12,3%).

Angka tersebut menunjukkan pasar telah mengumpulkan lebih dari separuh target dari 1 juta unit ketika tahun baru berjalan setengahnya. Secara matematis, peluang mencapai target masih terbuka apabila penjualan pada paruh kedua mampu mempertahankan ritme yang sama.

Calon pembeli melihat mobil baru di Showroom Suzuki di Kawasan Gading Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (16/2/2021). Pemerintah memutuskan untuk memberikan insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) atau pajak 0%. Insentif tersebut terbagi menjadi tiga tahap yang akan dievaluasi per tiga bulan. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)Calon pembeli melihat mobil baru di Showroom Suzuki di Kawasan Gading Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (16/2/2021). Pemerintah memutuskan untuk memberikan insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) atau pajak 0%. Insentif tersebut terbagi menjadi tiga tahap yang akan dievaluasi per tiga bulan. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Calon pembeli melihat mobil baru di Showroom Suzuki di Kawasan Gading Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (16/2/2021). Pemerintah memutuskan untuk memberikan insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) atau pajak 0%. Insentif tersebut terbagi menjadi tiga tahap yang akan dievaluasi per tiga bulan. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Namun, industri tidak hanya berhadapan dengan perhitungan angka. Kondisi ekonomi, daya beli, permintaan kendaraan komersial, serta perkembangan pasar pada semester kedua akan ikut menentukan hasil akhirnya.

"Dengan catatan kalau ini semuanya berjalan normal harusnya sih bisa, tapi kan kita nggak tahu," kata Kukuh.

Kinerja GIIAS juga menjadi salah satu faktor yang akan diperhatikan industri. Pameran otomotif tersebut dapat memberikan tambahan dorongan terhadap transaksi, tetapi angka final penjualannya masih menunggu kompilasi dari masing-masing merek.

Data tersebut diperlukan untuk melihat seberapa kuat respons konsumen setelah pameran. Hasilnya juga dapat menjadi salah satu indikator untuk memperkirakan arah pasar hingga penghujung tahun.

"Kalau sales kita belum tahu angkanya," ujar Kukuh.

(fys/wur) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Kabar Baik! Penjualan Mobil "Meledak", Warga RI-Diler Kompak Beli Baru


Most Popular
Features