MARKET DATA

Malaysia dan Brunei Sepakat Gunakan Mekanisme ASEAN Atasi Asap

haa,  CNBC Indonesia
23 August 2026 06:00
MalaysianPrimeMinisterAnwar Ibrahim attends a meeting with Russian President Vladimir Putin on the sidelines of the Russia-ASEAN Summit in Kazan, Russia June 17, 2026. REUTERS/Anastasia Barashkova/Pool
Foto: REUTERS/Anastasia Barashkova

Jakarta, CNBC Indonesia - Malaysia dan Brunei Darussalam sepakat menggunakan mekanisme ASEAN untuk menangani masalah kabut asap lintas batas (transboundary haze) yang kembali memengaruhi sejumlah wilayah di kawasan.

Seperti diketahui, sejumlah wilayah Kalimantan tengah dilanda kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Akibatnya asap membumbung wilayah Kalimantan hingga ke perbatasan Malaysia dan Brunei.

Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim mengatakan isu tersebut menjadi salah satu topik pembahasan dengan Sultan Brunei Darussalam Sultan Hassanal Bolkiah dalam rangkaian Pertemuan Konsultasi Tahunan Pemimpin ke-27 (27th Annual Leaders' Consultation/ALC-27) yang berlangsung pada Sabtu (22/8/2026).

"Kami berdua sepakat bahwa mekanisme ASEAN merupakan opsi terbaik. Kami telah meminta Menteri Luar Negeri Datuk Seri Mohamad Hasan untuk menangani persoalan ini," ujar Anwar dalam konferensi pers penutupan kunjungan kerja dua hari di Brunei Darussalam, dikutip dari The Star, Minggu (23/8/2026).

Sebelumnya, Anwar bersama delegasi Malaysia tiba di Istana Nurul Iman sekitar pukul 11.00 waktu setempat untuk menghadiri ALC-27 yang juga dihadiri Sultan Hassanal Bolkiah.

Pada Jumat (21/8/2026), Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan mengumumkan bahwa pemerintah Malaysia akan menggunakan jalur diplomatik di tingkat ASEAN guna mencari solusi atas persoalan kabut asap lintas batas yang berdampak pada sejumlah wilayah di kawasan.

Menurut Mohamad, Malaysia melalui Kementerian Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan (Ministry of Natural Resources and Environmental Sustainability/NRES) akan mengirimkan surat resmi kepada Sekretariat ASEAN dalam waktu dekat.

Berdasarkan data dari portal Air Pollution Index Management System (APIMS) Malaysia, Indeks Pencemaran Udara (Air Pollution Index/API) di Serian, Sarawak, tercatat mencapai 190 pada Sabtu pagi pukul 09.00 waktu setempat.

Sebanyak 10 wilayah lainnya juga mencatat kualitas udara pada kategori tidak sehat, yakni Kuching (182), Samarahan (177), Sarikei dan Sri Aman (173), Sibu (161), Bintulu (157), Samalaju dan Mukah (156), serta Miri dan Bukit Rambai di Melaka yang masing-masing mencatat angka 151.

Sebagai informasi, API pada rentang 0-50 menunjukkan kualitas udara baik, 51-100 sedang, 101-200 tidak sehat, 201-300 sangat tidak sehat, sedangkan di atas 300 masuk kategori berbahaya.

Media setempat, Bernama melaporkan, meningkatnya kabut asap lintas batas kembali menjadi perhatian negara-negara ASEAN, terutama setelah kualitas udara di sejumlah wilayah Malaysia memburuk dalam beberapa hari terakhir.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Tanpa Masker, Prabowo Hirup Kabut Asap dari Kebakaran Hutan Kalimantan


Most Popular
Features