MARKET DATA

Pengusaha Jerman Sampai Prancis Tertarik Investasi di RI

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
21 August 2026 17:05
Ketua Umum Apindo, Shinta Widjaja Kamdani saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema Consolidating Growth, Accelerating the Transformation di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Ketua Umum Apindo, Shinta Widjaja Kamdani saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Shinta Widjaja Kamdani mengungkapkan ketertarikan dari perusahaan asal Eropa untuk berinvestasi di Indonesia.

"Banyak sih, banyak. Kemarin kan Jerman juga baru datang, delegasi besar, Perancis. Tapi banyak sekali sih potensinya, besar," ujarnya kepada pewarta saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta pada Jumat (21/8/2026).

Shinta berujar ada sektor seperti kesehatan, hilirisasi, mineral kritis, pertanian, dan perikanan yang diminati oleh negara-negara di Eropa.

"Jadi banyak sekali sebenarnya, dan EU ini besar banget, negaranya banyak. Jadi setiap negara itu punya mungkin daya tarik tersendiri untuk dari mana dia bisa masuk, kita bisa tarik untuk masuk ke Indonesia," katanya.

Shinta menambahkan bahwa investasi dari negara-negara Eropa turut diharapkan juga masuk ke sektor riil sehingga dapat memberikan dampak ekonomi positif.

Saat ini pemerintah Indonesia sedang berupaya merampungkan proses ratifikasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa IEU-CEPA sebagai pintu masuk investasi dari Eropa.

"Ini akan membuka atau unlock potensi investasi yang akan masuk ke Indonesia," ujarnya saat konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Adanya kerja sama ekonomi dengan Uni Eropa itu menurut Airlangga dapat membuat produk Indonesia masuk secara bebas ke Eropa, alias tanpa hambatan tarif bea masuk.

"Beberapa manfaat dari akses pasar, dimana Indonesia nanti 90% cost tarifnya Langsung menjadi 0% dan ini akan berkurang secara bertahap," tutur Airlangga.

(ras/mij) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Bos Apindo Ungkap Kontribusi Besar Rachmat Gobel Bagi Dunia Bisnis RI


Most Popular
Features