MARKET DATA
Internasional

Kemlu Ungkap Kondisi Terkini ABK WNI di Yaman yang Kapalnya Diserang

tfa,  CNBC Indonesia
20 August 2026 20:50
Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Heni Hamidah. (CNBC Indonesia/Thea Fathanah Arbar)
Foto: Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Heni Hamidah. (CNBC Indonesia/Thea Fathanah Arbar)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memperbarui penanganan tiga anak buah kapal (ABK) WNI kapal MV Tihamah yang diserang di perairan Bab al-Mandab, Yaman. Dua ABK yang selamat telah dipindahkan ke rumah sakit di Aden, sementara satu lainnya masih dalam pencarian.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan dua ABK WNI yang selamat telah dipindahkan dari Rumah Sakit 2 Desember ke Rumah Sakit Prince MBS di Kota Aden pada 18 Agustus 2026. Pemindahan dilakukan dengan mempertimbangkan faktor keamanan.

"Tim KBRI Muscat sudah berada di Aden untuk memfasilitasi pemulangan kedua WNI ke tanah air dalam waktu dekat," kata Heni dalam press briefing Kemlu RI, Kamis (20/8/2026).

Sementara itu, pencarian terhadap satu ABK WNI yang masih hilang terus dilakukan oleh otoritas setempat dengan dukungan tim KBRI. Kemlu menyebut proses pencarian masih berlangsung secara intensif di perairan terdampak.

Heni menegaskan belum ada batas waktu penghentian pencarian yang ditetapkan otoritas Yaman. "Otoritas setempat menegaskan bahwa proses pencarian masih terus berlangsung dan belum menetapkan batas waktu penghentian," ujarnya.

Menurut Heni, tim Kemlu di Aden juga terus berkoordinasi dengan otoritas Yaman sembari menyiapkan kepulangan dua ABK yang selamat. Pemerintah memastikan proses penanganan dan pemulangan terus dipantau hingga kedua WNI dapat kembali ke Indonesia.

Serangan terhadap MV Tihamah terjadi di perairan Bab al-Mandab, jalur strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Insiden tersebut menimbulkan perhatian pemerintah Indonesia karena melibatkan WNI yang bekerja sebagai ABK kapal tersebut.

Kemlu menegaskan pencarian satu ABK yang hilang menjadi prioritas, sementara fasilitasi pemulangan dua WNI yang selamat terus dipersiapkan. "Kami terus memantau proses ini sembari menyiapkan kepulangan dua WNI yang selamat," kata Heni.

Pemerintah RI melalui Kemlu dan perwakilan Indonesia di kawasan juga terus berkoordinasi dengan pihak berwenang setempat untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan para WNI yang terdampak insiden tersebut.

 

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Kemlu Buka Suara soal Latihan Militer RI dengan China


Most Popular
Features