MARKET DATA

Bukan Bekasi-Karawang! Pabrik Ramai-Ramai Serbu Subang, Ada Apa?

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
20 August 2026 14:40
Kawasan Industri Subang. (Tangkapan Layar/Suryacipta)
Foto: Kawasan Industri Subang. (Tangkapan Layar/Suryacipta)

Jakarta, CNBC Indonesia - Peta kawasan industri di sekitar Jakarta mulai mengalami perubahan. Aktivitas industri yang selama ini terkonsentrasi di Bekasi dan Karawang kini semakin melebar ke arah timur, termasuk menuju Subang dan sejumlah wilayah di Jawa Tengah.

Perluasan tersebut terjadi seiring bertambahnya pasokan lahan di koridor timur Greater Jakarta. Kondisi ini membuat kawasan industri baru memiliki ruang lebih besar untuk menampung ekspansi pelaku usaha, terutama ketika ketersediaan lahan di kawasan yang sudah matang semakin terbatas.

Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia, Syarifah Syaukat mengatakan perubahan tersebut bukan sekadar perpindahan lokasi industri dari satu kawasan ke kawasan lain. Menurutnya, pusat aktivitas industri justru mulai meluas dengan munculnya kawasan-kawasan baru di luar sentra tradisional.

"Dan kami melihat bahwa pergerakan ini mulai meluas ya, tidak hanya bergeser tapi bertambah ke wilayah Subang bahkan ke Pulau Jawa bagian tengah," ujar Syarifah dalam konferensi pers virtual, Kamis (20/8/26).

Perubahan tersebut terlihat dari perkembangan pasokan lahan di koridor timur. Sejumlah kawasan industri juga mulai menyiapkan lahan tambahan yang dapat ditawarkan kepada calon investor dalam beberapa tahun mendatang.

Di sisi lain, tingkat penjualan lahan industri masih menunjukkan pertumbuhan meski tidak terlalu tinggi. Pergerakan ini menunjukkan permintaan terhadap kawasan industri tetap ada di tengah perubahan lokasi yang mulai mengarah ke wilayah timur.

"Kita lihat bahwa take-up rate atau tingkat penjualan masih relatif stabil ya seperti yang saya sampaikan tadi tumbuh sekitar 2%. Dan suplai pun bertambah ya dari koridor timur. Kami juga melihat bahwa beberapa estate memiliki landbank yang akan siap untuk dirilis sebagai additional stock dalam beberapa tahun ke depan," kata Syarifah.

Subang menjadi salah satu wilayah yang mulai mendapat perhatian dalam perubahan peta tersebut. Wilayah ini dinilai memiliki peluang untuk menjadi pilihan baru bagi industri yang membutuhkan lahan dengan harga yang relatif lebih kompetitif dibanding sejumlah kawasan industri yang sudah lebih matang.

Dalam kondisi tersebut, perbedaan harga menjadi salah satu faktor yang membuat wilayah baru lebih menarik bagi calon pengguna lahan. Beberapa kawasan di luar sentra utama menawarkan harga yang lebih rendah sehingga memberikan alternatif bagi industri yang ingin melakukan ekspansi.

"Untuk harga lahan overall di grafik bagian kanan menggambarkan bahwa beberapa sub-market memiliki rentang harga di sekitar 2 sampai 3 juta per meter persegi ya. Dan kita lihat untuk garis warna hijau tua dan hijau muda ini menggambarkan Subang dan Sukabumi yang overall memiliki harga di bawah rata-rata tersebut 2 sampai 3 juta," ujar Syarifah.

(fys/wur) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Kondisi Manufaktur RI Ekspansif di Kuartal II-2026, BPS Beri Buktinya!


Most Popular
Features