Iran Siap Arahkan "Serangan" Baru ke Eropa, Ini Targetnya
Jakarta, CNBC Indonesia - Iran dilaporkan mempertimbangkan serangan terhadap aset militer Amerika Serikat (AS) di Eropa jika perang dengan Washington kembali meningkat. Di saat yang sama, Uni Emirat Arab (UEA) menghentikan sementara seluruh aktivitas perdagangan dan transaksi keuangan dengan Teheran.
Financial Times (FT), mengutip dua sumber yang disebut mengetahui situasi di dalam rezim Iran, melaporkan bahwa aset militer AS di Bulgaria dan Siprus masuk dalam daftar target potensial. Namun laporan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Potensi serangan itu muncul ketika perundingan antara AS dan Iran untuk mengakhiri perang mengalami kebuntuan. Presiden AS Donald Trump bahkan mengatakan Washington tidak sedang melakukan pembicaraan dengan Teheran dan belum memiliki rencana untuk kembali bernegosiasi.
Sementara itu, UEA pada Rabu (19/8/2026) menyatakan menghentikan sementara seluruh "perdagangan, pertukaran komersial, dan transaksi keuangan" dengan Iran hingga pemberitahuan lebih lanjut. Keputusan tersebut diambil setelah Kementerian Pertahanan UEA mendeteksi dua rudal balistik yang diluncurkan dari Iran menuju perairan wilayah UEA sehari sebelumnya.
Perselisihan lain yang menjadi sorotan adalah status Selat Hormuz. Trump berulang kali menyatakan jalur pelayaran vital itu terbuka dan berada di bawah kendali AS, tetapi lalu lintas kapal yang melintasi selat tersebut masih sangat rendah.
Situasi semakin tegang setelah sebuah kapal kargo yang melintasi Selat Hormuz diserang pada awal pekan ini dan menewaskan satu orang. Seorang juru bicara militer Iran yang dikutip Fox News memperingatkan kapal yang mencoba melewati selat tersebut akan "mendapati beberapa lubang indah pada lambung kapal mereka."
Trump juga meningkatkan tekanan terhadap negara-negara di kawasan. Pada Senin, ia mengancam akan "membombardir habis-habisan" Oman jika negara Teluk tersebut dianggap menghambat tujuan AS di Timur Tengah.
Selain itu, Trump memerintahkan Menteri Pertahanan Pete Hegseth untuk mengurangi secara signifikan latihan militer gabungan dengan Korea Selatan. Trump menuding Seoul tidak memberikan bantuan yang cukup dalam operasi militer AS di Iran dan menyoroti hubungan baik Korea Selatan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.
Â
(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]