MARKET DATA

Purbaya Kasih Bocoran Terbaru Penerapan Insentif Motor Listrik

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
18 August 2026 20:15
Presiden Prabowo Subianto saat acara pluncuran Motor Listrik Nasional (Molinas) pada Kamis (13/8/2026). (Dok. Sekretariat Presiden)
Foto: Motor Listrik Nasional (Molinas). (Dok. Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan segera bertemu Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita untuk melakukan finalisasi kebijakan insentif motor listrik. Dia memperkirakan bahwa kebijakan subsidi tersebut bisa berjalan pada September tahun ini.

"Harusnya sih September sudah jalan," kata Purbaya kepada pewarta, Selasa (8/18/2026).

Sebelumnya, Menteri Perindustrian mengatakan masih menunggu Kementerian Keuangan untuk menerapkan insentif subsidi pembelian motor listrik baru. Nilainya Rp5 juta per unit.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno menilai penggunaan motor listrik di masyarakat masih memiliki sejumlah tantangan besar, salah satunya berkaitan dengan pola penggunaan kendaraan dan kesiapan fasilitas pendukung. Karena itu, dia menilai, insentif saja tidak cukup.

Ia melihat pola kepemilikan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika pemerintah ingin memperluas penggunaan motor listrik. Selain harga dan pembiayaan, konsumen juga akan mempertimbangkan bagaimana kendaraan tersebut digunakan sehari-hari.

Persoalan lain muncul dari kebutuhan pengisian energi. Motor listrik membutuhkan pola pengisian yang berbeda dengan motor bensin, sementara pengguna dengan mobilitas tinggi membutuhkan akses energi yang cepat dan mudah.

Konsep battery swap atau penukaran baterai menjadi salah satu alternatif. Namun, semakin besar jumlah pengguna motor listrik, semakin besar pula kebutuhan terhadap jaringan penukaran baterai yang mampu menopang mobilitas masyarakat.

Kesiapan fasilitas tersebut menjadi semakin penting apabila motor listrik digunakan untuk perjalanan yang lebih jauh. Pemerintah dan pelaku industri perlu memperhitungkan lokasi fasilitas penukaran baterai serta kapasitasnya ketika populasi motor listrik meningkat.

"Apakah ini motor listrik bisa dipakai untuk jarak tempuh jauh? Kalau swap baterai di mana? Apakah bisa di rest area?" ujarnya.

(Ferry Sandi/hsy) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Subsidi Motor Listrik Rp5 Juta Kapan Berlaku? Ini Penjelasan Menperin


Most Popular
Features