Banjir merendam sejumlah rumah dan ruas jalan di Manila, setelah hujan deras yang dibawa badai monsun barat daya mengguyur Pulau Luzon.
Warga menerjang banjir saat hujan deras musim monsun di Kota Manila, Filipina, Senin (17/8/2026). Banjir merendam sejumlah rumah dan ruas jalan di Manila, setelah hujan deras yang dibawa badai monsun barat daya atau yang dikenal secara lokal sebagai “Habagat” mengguyur wilayah Metro Manila dan sejumlah daerah di Pulau Luzon. (REUTERS/Eloisa Lopez)
Sejumlah warga juga terpaksa berjalan menerobos banjir dengan ketinggian air yang cukup dalam setelah hujan deras membuat permukaan air naik dengan cepat. (REUTERS/Eloisa Lopez)
Dilansir dari Reuters, banjir datang secara tiba-tiba setelah hujan turun dengan intensitas tinggi. (REUTERS/Eloisa Lopez)
Ketinggian air di wilayah Manila telah mencapai 1 meter dan membuat kondisi warga menjadi sangat sulit untuk beraktivitas. (REUTERS/Eloisa Lopez)
Hujan deras masih mengguyur Metro Manila dan sejumlah wilayah di Luzon seiring menguatnya monsun Habagat. (REUTERS/Eloisa Lopez)
Biro cuaca Filipina juga terus memantau daerah tekanan rendah yang memasuki Wilayah Tanggung Jawab Filipina. (REUTERS/Eloisa Lopez)