MARKET DATA

Naik Pesawat ke Papua Sampai Rp10 Juta Bikin Masalah Serius ke Ekonomi

Martyasari Rizky,  CNBC Indonesia
18 August 2026 17:05
Jelang Natal, Tiket Pesawat ke Papua Lebih Mahal Dibanding ke Tokyo!
Foto: Infografis/ Ilustrasi tiket pesawat (Ilham Restu)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga tiket pesawat yang masih mahal menjadi salah satu tantangan bagi industri pariwisata Indonesia. Kondisi ini tidak hanya membebani masyarakat yang ingin bepergian, tetapi juga ikut menekan aktivitas pariwisata dan okupansi hotel, terutama di daerah yang sangat bergantung pada transportasi udara.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan, tekanan paling terasa di daerah-daerah kepulauan dan wilayah yang berada di ujung Indonesia, khususnya Papua dan Maluku. Pasalnya, masyarakat maupun wisatawan tidak memiliki banyak alternatif transportasi untuk menuju wilayah tersebut.

"Ini yang terjadi pada daerah-daerah yang mungkin dia merupakan di kepulauan, atau di daerah-daerah di ujung timur, di mana pergerakan (hanya lewat udara). Contohnya lah dari Jakarta ke Papua saja mungkin sudah sampai Rp10 juta (tiket pesawat)," kata Maulana kepada CNBC Indonesia, Selasa (18/8/2026).

Ia menilai, mahalnya tiket pesawat menjadi persoalan serius bagi daerah yang mengandalkan pergerakan wisatawan maupun pelaku perjalanan bisnis dari Pulau Jawa. Jika ongkos menuju destinasi terlalu tinggi, mobilitas masyarakat berpotensi tertahan dan pada akhirnya berdampak ke sektor pariwisata, termasuk hotel dan restoran.

"Nah itu kan cukup mahal ya, bagaimana mereka bisa menggerakkan ekonomi mereka, jika harga tiket (pesawat) itu sudah cukup mahal untuk di Indonesia," ujarnya.

Maulana menjelaskan, mahalnya harga tiket pesawat saat ini tidak terlepas dari sejumlah tekanan yang dihadapi industri penerbangan. Salah satunya adalah kenaikan harga bahan bakar pesawat atau avtur yang dipengaruhi dinamika geopolitik.

"Ya memang ini menjadi satu tantangan tersendiri ya kalau sudah bicara harga tiket pesawat, karena memang sebelum kita bicara adanya perang Iran saja, itu kita masih bicara harga tiket pesawat domestik yang relatif tidak kompetitif dengan harga tiket internasional. Jadi cukup mahal gitu," sebut dia.

Ia mengatakan persoalan tersebut semakin kompleks karena harga avtur meningkat seiring dengan dinamika perang. Di sisi lain, industri penerbangan juga menghadapi persoalan suku cadang dan tingginya ketergantungan bisnis aviasi terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

"Pada saat ini kan memang dinamikanya harga bahan bakar khususnya harga avtur juga meningkat, seiring dengan permasalahan perang. Nah ini menjadi menjadi salah satu kendala yang semakin menjadi tambahan isu lagi kan gitu, selain juga bahwa permasalahan sparepart dan seterusnya itu kan. Apalagi kalau kita bicara bisnis aviasi mereka sangat bergantung dengan dolar AS kan ini juga akan menjadi kendala," jelas Maulana.

Harga Tiket Sampai Rp5 Juta

Gambaran mahalnya tiket penerbangan ke wilayah timur juga terlihat dari pantauan harga tiket pada platform online travel agent (OTA) pada Selasa (18/8/2026).

Untuk rute Jakarta (CGK)-Jayapura (DJJ) dengan keberangkatan Rabu (19/8/2026), harga tiket ekonomi yang terpantau berada di kisaran Rp3,2 juta hingga Rp4,7 juta untuk sekali perjalanan. Sejumlah penerbangan memang tersedia dengan satu kali transit, sementara penerbangan langsung Batik Air tercatat sekitar Rp4,74 juta.

Pada rute sebaliknya, Jayapura-Jakarta, tiket ekonomi termurah yang terlihat sekitar Rp3,2 juta dengan satu kali transit. Sementara penerbangan langsung Batik Air berada di kisaran Rp4,2 juta.

Harga tiket yang lebih tinggi terlihat pada rute Jakarta-Merauke. Untuk keberangkatan 19 Agustus 2026, harga tiket terpantau mulai sekitar Rp5 juta. Sementara untuk rute sebaliknya, Merauke-Jakarta, harga tiket berada di kisaran Rp4,1 juta hingga Rp4,8 juta.

Sementara itu, rute Jakarta-Ambon relatif lebih murah dibandingkan rute Jakarta-Jayapura dan Jakarta-Merauke. Harga tiket ekonomi untuk penerbangan Jakarta-Ambon terpantau mulai sekitar Rp2,39 juta. Namun, untuk rute Ambon-Jakarta pada tanggal yang sama, harga tiket penerbangan justru lebih tinggi, yakni mulai sekitar Rp4,12 juta.

Harga tersebut merupakan hasil pantauan pada satu waktu di OTA sehingga dapat berubah mengikuti ketersediaan kursi, maskapai, waktu pemesanan, dan kondisi penerbangan.

(dce) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Pengusaha Hotel Ngaku Belum Berani Rekrut Karyawan Baru, Kenapa?


Most Popular
Features