MARKET DATA

Menkes Ungkap Efek Konsolidasi Pengadaan, Bisa Hemat Triliunan Rupiah

Intan Rakhmayanti Dewi,  CNBC Indonesia
14 August 2026 19:35
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberi pemaparan saat Konferensi pers terkait RAPBN & Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Aula Cakti Buddhi Bakti, kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Jakarta Selatan, Jumat (14/8/2026)
Foto: Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers terkait RAPBN & Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Aula Cakti Buddhi Bakti, kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Jakarta Selatan, Jumat (14/8/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memaparkan efisiensi belanja kesehatan melalui konsolidasi pengadaan. Hal tersebut terbukti menurunkan harga dan perluas untuk menekan biaya kesehatan nasional.



Demikian disampaikan BGS, sapaan Budi Gunadi Sadikin, dalam konferensi pers di Aula Cakti Buddhi Bakti, kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Jakarta Selatan, Jumat (14/8/2026).

"Ini adalah contoh yang sudah kita lakukan. Kita melakukan sentralisasi pembelian alat-alat kesehatan yang berasal dari pinjaman Bank Dunia yang cukup besar. Ya alat-alat seperti cathlab yang tadi harganya antara Rp14 miliar hingga Rp15 miliar, kita bisa beli dengan harga Rp8 miliar," ujar BGS.

"Jadi untuk pengadaan 2026, ini contohnya tadi Bapak Presiden sampaikan, kontrak ini sudah dilakukan. Jadi dari harga estimasi yang Rp19,39 triliun, karena kita sentralisasi pengadaannya, kita bisa menekan sampai Rp9 triliun. Jadi ada penghematan Rp10,25 triliun atau 52% dari harga alat-alat kesehatan yang sebelumnya terjadi pembeliannya," lanjutnya.

Mantan Wakil Menteri BUMN itu mengatakan, Kemenkes juga sudah mulai melakukan konsolidasi pembelian obat dan BMHP untuk seluruh rumah sakit vertikal di bawah Kementerian Kesehatan.

"Setiap tahun kita membeli sekitar Rp5 triliun obat di Kementerian Kesehatan. Harganya berbeda-beda, untuk merek yang sama dari masing-masing rumah sakit, sekarang kita konsolidasi. Dari harga konsolidasi kita bisa menghemat 32%, yang ini mendekati Rp1 triliun," kata BGS.

"Kita sekarang sedang bekerja dengan Ibu Kepala LKPP, nanti bisa update, kita mau lakukan replikasi ini ke 1.000 RSUD seluruh Indonesia. Sehingga pembeliannya nanti akan disentralisasi, yang tadi Bapak Presiden lakukan, sehingga kita bisa menghemat ini saya rasa triliunan sampai puluhan triliun, karena belanjanya nanti kita samakan kodenya," lanjutnya.

Lebih lanjut, BGS bilang kalau tahapan tersebut telah memasuki finalisasi.

"Mudah-mudahan Ibu Kepala LKPP nanti kita bisa meluncurkan segera ya program ini," ujar BGS.

(miq/miq) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Cara Prabowo Hemat Anggaran 6x Lipat, Barang Rp150 Juta Jadi Rp26 Juta


Most Popular
Features