Video

Video:Kekuatan RI Saingi Thailand CsTarik Investasi Raksasa Teknologi

CNBC Indonesia TV,  CNBC Indonesia
13 August 2026 12:04

Jakarta, CNBC Indonesia- Perkembangan teknologi digitalisasi yang kian masif turut mendorong persaingan negara-negara di kawasan Asia Tenggara atau ASEAN dalam menarik investasi raksasa teknologi dunia seperti Microsoft hingga Google.

Persaingan ini tidak lepas dari besarnya potensi pasar digital kawasan ASEAN yang di proyeksi bisa mencapai USD triliun pada tahun 2030, sehingga perlombaan untuk membangun infrastruktur pusat data, cloud hingga ekosistem kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) terus meningkat.

Menghadapi persaingan ini, pemerintah disebut Direktur Promosi Wilayah Asia Timur, Asia Selatan, Timur Tengah & Afrika Kementerian Investasi & Hilirisasi/BKPM, Cahyo Purnomo terus meningkatkan daya saing Indonesia dalam menarik investasi raksasa teknologi RI agar dapat berkompetisi secara sehat dengan Vietnam hingga Thailand dan Malaysia.

Saat ini aliran investasi teknologi kawasan ASEAN termasuk ke Indonesia seperti Bytedance yang sudah merealisasikan investasi Rp 730 Miliar. Selain itu juga ada perusahaan Timur Tengah yang sudah membangun investasi di Batam, sehingga Indonesia dipastikan tidak tertinggal dalam menarik investasi perusahaan teknologi.

Saat ini semikonduktor dan digital ekonomi menjadi program prioritas pemerintah serta upaya mendorong pengembangan investasi dan ekosistem sektor ini terus di dorong. Upaya ini dilakukan dengan penguatan infrastruktur termasuk ketersediaan energi lewat EBT hingga hilirisasi mineral kritis sebagai daya tarik investasi raksasa teknologi RI.

Seperti apa strategi promosi investasi raksasa teknologi RI? Selengkapnya simak dialog Shafinaz Nachiar dengan Direktur Promosi Wilayah Asia Timur, Asia Selatan, Timur Tengah & Afrika Kementerian Investasi & Hilirisasi/BKPM, Cahyo Purnomo dalam Profit, CNBC Indonesia (Kamis, 13/08/2026))


Bagikan:

Loading...
Loading...
Loading...