MARKET DATA
Mindialogue 2026

BKPM Beberkan Strategi Tarik Investasi Proyek Hilirisasi Strategis

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
13 August 2026 11:20
Deputi Bidang Hilirisasi Investasi Strategis Kemengerian Investasi dan Hilirisasi / BKPM, Heldy Satrya Putera menyampaikan pemaparan dalam Mindialogue dengan tema Komoditas untuk Negeri: Strategi Penguatan Cadangan Mineral untuk Stabilitas dan Kedaul
Foto: Deputi Bidang Hilirisasi Investasi Strategis Kemengerian Investasi dan Hilirisasi / BKPM, Heldy Satrya Putera menyampaikan pemaparan dalam Mindialogue dengan tema “Komoditas untuk Negeri: Strategi Penguatan Cadangan Mineral untuk Stabilitas dan Kedaulatan Ekonomi RI” di Jakarta, Rabu (12/8/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) membeberkan langkah pemerintah menggaet investasi, khususnya di sektor hilirisasi sampai pada industrialisasi.

Hal itu juga untuk memastikan program hilirisasi tidak hanya berhenti pada produk mentah, melainkan berlanjut hingga menciptakan nilai tambah yang maksimal di dalam negeri.

"Para pelaku usaha, investor tidak akan membangun industri kalau tidak ada kepastian atau sustainability dari bahan bakunya. Oleh karena itu kita buatlah satu kita identifikasi data mana cadangan kita yang memang kita itu terbesar dunia atau paling tidak kita memang lebih unggul dari negara-negara pesaing kita," kata Deputi Bidang Hilirisasi Investasi Strategis BKPM Heldy Satrya Putera dalam acara Mindialogue 2026, di Jakarta, dikutip Kamis (13/8/2026).

Sejauh ini, pemerintah telah memetakan 28 komoditas prioritas dari sektor mineral, perkebunan, hingga kelautan yang memiliki potensi cadangan terbesar di dunia. Pemilihan komoditas tersebut didasarkan pada keunggulan komparatif Indonesia dibandingkan negara lain.

"Apa yang kita lakukan supaya investor mau datang? Pertama kami mengidentifikasi lagi siapa champion investor-investor yang memang mereka punya teknologi terbaik untuk bisa mengolah sumber daya alam kita. Itu kita petakan," jelas Heldy.

Selain jaminan bahan baku dan teknologi, pemerintah menawarkan berbagai fasilitas insentif fiskal untuk menarik minat pemodal asing maupun domestik masuk ke sektor hilir. Adapun, masalah kesiapan sumber daya manusia juga diantisipasi melalui program vokasi khusus yang didukung oleh insentif pajak bagi perusahaan yang melatih tenaga kerja lokal.

"Kita dorong dengan paket vokasional insentif juga. Kita berikan 20% dari total biaya yang mereka keluarkan untuk mendidik. Ya, sehingga mereka bisa mendapatkan insentif," tambahnya.

Pihaknya saat ini mulai memperluas fokus hilirisasi ke berbagai komoditas seperti bauksit, tembaga, hingga emas guna membangun ekosistem industri yang terintegrasi. Penyesuaian regulasi juga dilakukan secara dinamis agar investasi yang masuk tidak menumpuk di tahap pengolahan awal saja, melainkan berlanjut ke produk akhir.

"Tetapi kalau kepastian selalu kita berusaha dan selalu kita juga melihat bagaimana negara-negara pesaing itu mereka memberikan kebijakan-kebijakan kalau ada yang lebih baik, nah kita lihat bagaimana. Jadi perubahannya karena itu," tandasnya.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Tujuan Akhir Hilirisasi: Bangun Struktur Industri-Kedaulatan Ekonomi


Most Popular
Features