MARKET DATA
Internasional

Korban Gempa Dahsyat Tembus 250 Orang, Kolombia Berkabung 3 Hari

tfa,  CNBC Indonesia
13 August 2026 06:20
Warga sedang membersihkan puing-puing pascagempa bumi di Pereira, Kolombia, Selasa (11/8/2026). (REUTERS/Juan David Duque)
Foto: REUTERS/Juan David Duque

Jakarta, CNBC Indonesia - Kolombia menetapkan tiga hari masa berkabung nasional setelah gempa dahsyat mengguncang wilayah barat negara itu dan menewaskan sedikitnya 250 orang. Gempa berkekuatan magnitudo 7,4 tersebut disebut sebagai yang terkuat yang melanda negara Amerika Selatan itu dalam satu abad terakhir.

Pemerintah Kolombia menyatakan bendera akan dikibarkan setengah tiang di gedung-gedung pemerintahan dan kantor kedutaan besar di berbagai negara "sebagai penghormatan bagi semua korban tewas."

Di tengah masa berkabung, operasi pencarian dan penyelamatan terus digenjot untuk menemukan korban yang masih terjebak di bawah reruntuhan. Tim penyelamat di Pereira dan Cali mengerahkan derek, anjing pelacak hingga alat berat untuk menyisir bangunan yang ambruk.

Warga juga turut membantu dengan membentuk rantai manusia dan mengangkat puing secara manual. Upaya ini dilakukan karena 72 jam pertama setelah gempa menjadi periode krusial untuk menemukan korban yang masih bertahan hidup di bawah reruntuhan.

Dari udara, sejumlah kawasan permukiman di Cali terlihat porak-poranda, dengan rumah dan apartemen berubah menjadi tumpukan puing. Sejumlah mobil juga hancur tertimpa dinding dan lempengan beton, sementara sebagian Rumah Sakit Universitario del Valle mengalami kerusakan sehingga pasien harus dipindahkan ke area parkir untuk mendapat perawatan.

Bencana tersebut membuat sistem kesehatan Kolombia berada di bawah tekanan besar. Banyak warga memilih tidur di luar rumah karena rumah mereka rusak atau khawatir terhadap gempa susulan, sementara sebuah taman di Pereira diubah menjadi tempat penampungan darurat yang dilengkapi tenda dan kasur.

Solidaritas warga pun bermunculan di berbagai wilayah terdampak. Ribuan orang mengirimkan air, makanan dan kebutuhan pokok, sementara antrean panjang terbentuk di sejumlah pusat donor darah.

Presiden Abelardo de la Espriella telah menetapkan status darurat dan menjanjikan subsidi sewa bagi keluarga terdampak. Amerika Serikat juga mengumumkan bantuan darurat sebesar US$5,5 juta atau sekitar Rp97,9 miliar (asumsi kurs Rp17.800/US$), sementara tawaran bantuan dari berbagai negara terus berdatangan.

(tfa/tfa) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Update Gempa M 7,4 Kolombia, 224 Orang Tewas


Most Popular
Features