CLOSE AD
MARKET DATA

Bahlil Tiba-Tiba ke Kantor Purbaya, Bahas Apa?

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
11 August 2026 14:32
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia datangi Kantor Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, Selasa (11/8/2026). (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)
Foto: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia datangi Kantor Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, Selasa (11/8/2026). (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia terpantau tiba di Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI, Jakarta, Selasa (11/8/2026). Berdasakan pantauan CNBC Indonesia di lapangan, Bahlil tiba di Kantor Purbaya Yudhi Sadewa pukul 14.09 WIB.

Sayangnya, saat sampai di kantor Purbaya, Bahlil tidak mengatakan apapun soal kehadirannya. Namun berdasarkan informasi yang diterima CNBC Indonesia, Bahlil hadir dalam rapat bersama Menteri Keuangan Purbaya yang dijadwalkan berlangsung pukul 13.30 WIB.

Bahlil terpatau mengenakan setelan formal berupa kemeja putih yang luarannya menggunakan jas hitam dan celana panjang hitam. Tidak lupa, Bahlil juga mengenakan dasi warna merah.

Sebelum Bahlil tiba, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Laode Sulaeman dan Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno telah tiba lebih dulu di Kantor Purbaya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah telah membayarkan belanja subsidi dan kompensasi ke BUMN sebesar Rp 233 triliun hingga semester I-2026.

Adapun, nilai tersebut mencapai 52,1% dari pagu APBN dan melonjak 44,4% secara tahunan (year on year/yoy). Rinciannya a.l. subsidi sebesar Rp 116 triliun dan kompensasi sebesar Rp 116,9 triliun.

Purbaya mengatakan, peningkatan belanja kompensasi ini didorong oleh kenaikan volume konsumsi BBM bersubsidi, LPG 3 kilogram, dan listrik bersubsidi. Sementara untuk subsidi non-energi, dia menuturkan ada peningkatan realisasi terutama didorong oleh pembayaran subsidi pupuk.

"Subsidi dan kompensasi terealisasi Rp 233 triliun atau 52,1% dari APBN untuk jaga beli masyarakat, subsidi Rp 116 triliun dan kompensasi Rp 116,9 triliun. Menunjukkan meningkat 44,4% dibandingkan tahun lalu. Ini dipengaruhi fluktuasi ICP, nilai tukar rupiah, peningkatan volume BBM, LPG, listrik bersubsidi," katanya beberapa waktu yang lalu.

Purbaya pun mengungkapkan penyaluran BBM bersubsidi naik 7,8%, volume LPG 3 kilogram meningkat 2%, jumlah pelanggan listrik bersubsidi bertambah 2,1%, sedangkan penyaluran pupuk bersubsidi melonjak 21,4%. "Realisasi volume BBM naik 7,8%, LPG 3kg naik 2%, listrik subsidi naik 2,1%, pupuk naik 21,4%, dan debitur KUR 3,6%," paparnya.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Heboh Isu Pembentukan Badan Ekspor, Bahlil-Rosan-Purbaya Buka Suara


Most Popular
Features