CLOSE AD
MARKET DATA

Resmi Berlaku! MBG Wajib Habis Maksimal 4 Jam & Dilarang Dibawa Pulang

Martyasari Rizky,  CNBC Indonesia
11 August 2026 10:30
Uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDS Angkasa 5 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (26/11/2024). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDS Angkasa 5 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (26/11/2024). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Gizi Nasional (BGN) resmi memberlakukan aturan baru terkait batas waktu konsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mulai hari ini, makanan MBG wajib dikonsumsi maksimal 4 jam setelah makanan tersebut matang.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, aturan tersebut ditandai dengan pemberlakuan label waktu konsumsi pada makanan MBG. Label ini menjadi acuan bagi siswa maupun guru untuk memastikan makanan masih layak dikonsumsi.

"Badan Gizi Nasional telah memberlakukan (ketentuan) label makanan yang wajib dikonsumsi, atau dimakan 4 jam setelah makanan itu matang," kata Sudaryono dalam keterangannya, dikutip Selasa (11/8/2026).

Sudaryono meminta para siswa serta guru mengecek terlebih dahulu waktu konsumsi yang tercantum sebelum makanan MBG disantap. Jika makanan sudah melewati batas waktu yang ditentukan, makanan tersebut diminta untuk tidak dikonsumsi.

Uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDS Angkasa 5 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (26/11/2024). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)Uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDS Angkasa 5 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (26/11/2024). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) Foto: Uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDS Angkasa 5 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (26/11/2024). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

"Maka kami menghimbau kepada para siswa, para peserta didik dan juga memohon kepada bapak-ibu guru untuk kemudian sama-sama mengecek sebelum makanan MBG dikonsumsi, dicek apakah jam konsumsinya itu di bawah dari jam yang ditentukan," ujarnya.

"Manakala lebih dari jam yang ditentukan, kami mohon dengan sangat hormat untuk tidak dikonsumsi. Saya ulangi, untuk tidak dikonsumsi manakala melewati jam batas yang ditentukan," lanjut dia.

Selain membatasi waktu konsumsi, BGN juga meminta siswa tidak membawa pulang makanan MBG ke rumah. Menurut Sudaryono, kondisi makanan setelah dibawa pulang sulit dipastikan, termasuk dari sisi kualitas dan potensi kerusakan.

"Dan kami juga menghimbau kepada para siswa, dan juga memohon kepada bapak-ibu guru untuk juga memberitahu kepada peserta didik, siswa-siswa di kelasnya untuk kemudian tidak membawa pulang menu makanan MBG ke rumah," tutur Sudaryono.

"Karena makanan yang dibawa pulang ke rumah kita tidak tahu kualitasnya, tidak tahu kerusakannya, yang bisa jadi dikhawatirkan menimbulkan keracunan bagi siswa yang mengonsumsi dan bahkan di beberapa kasus keracunan yang kami temukan, bahkan orang tua siswa yang mengonsumsi MBG di rumah itu kemudian juga mengalami keracunan," sambungnya.

Sudaryono menegaskan, BGN akan terus memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG. Hal ini dilakukan untuk memastikan makanan yang diberikan kepada peserta didik tetap aman sekaligus memenuhi aspek gizi.

"Mari kita sama-sama jaga bahwa MBG ini harus aman, MBG ini harus bergizi, dan MBG ini insyaallah kami Badan Gizi Nasional terus meningkatkan pelayanan, pengawasan, monitoring dan kolaborasi dari semua pihak agar program ini berjalan dengan baik, dengan zero tolerance terhadap kasus keracunan," pungkas dia.

(wur) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Tok! Dokter Sampai Chef Profesional Dikerahkan Awasi Ketat Dapur MBG


Most Popular
Features