MARKET DATA

Api Bromo Mulai Loncati Lautan Pasir, Pakar Ungkap Biang Keroknya

Redaksi,  CNBC Indonesia
09 August 2026 17:15
Tim gabungan melakukan pemadaman darat menggunakan gepyok dan sprayer di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (5/8/2026). (Dok. BPBD Provinsi Jawa Timur)
Foto: Tim gabungan melakukan pemadaman darat menggunakan gepyok dan sprayer di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (5/8/2026). (Dok. BPBD Provinsi Jawa Timur)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kebakaran hutan dan lahan di Gunung Bromo yang sudah berlangsung sepekan lebih ternyata belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Justru sebaliknya, api kini bergerak mengarah ke padang savana, kawasan ikonik yang selama ini jadi favorit wisatawan.

Menurut Daryono, anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), ada tiga faktor utama di balik sulitnya api dikendalikan. Pertama, kombinasi cuaca panas yang membuat vegetasi makin kering. Kedua, angin kencang yang bahkan mampu "melompati" Lautan Pasir atau sekat alami yang seharusnya menahan laju api. Ketiga, melimpahnya rumput dan semak kering di kawasan Bukit Teletubbies yang justru jadi bahan bakar ideal bagi kobaran api.

"Meski strategi pemadaman sudah dilakukan secara masif lewat water bombing, drone spray, hingga penanganan darat, hembusan angin berkecepatan tinggi terus memecah konsentrasi air yang dijatuhkan dari udara," demikian dijelaskan Daryono.

Akibat kondisi ini, opsi penutupan total seluruh akses wisata, termasuk jalur Cemoro Lawang dan Wonokitri, disebut berpotensi kuat diambil demi memprioritaskan keselamatan masyarakat dan wisatawan.

Daryono menjelaskan, strategi pemadaman saat ini berfokus pada dua hal yakni memutus jalur rambatan api dan mengoptimalkan jalur evakuasi bagi petugas maupun masyarakat. Selain rencana penutupan akses wisata, tim gabungan juga memprioritaskan pembuatan sekat bakar (firebreak) di titik-titik terdampak, salah satunya di Jalur Lingkar Kaldera Tengger, untuk melokalisasi kobaran api yang terus meluas akibat angin kencang.

4 Langkah Mitigasi yang Disarankan IABI

Agar kejadian serupa tak terus berulang, IABI menekankan pentingnya empat pilar mitigasi karhutla di kawasan Bromo:

  • Pencegahan pengunjung - memperketat pemeriksaan barang bawaan wisatawan, melarang keras penggunaan bahan pemicu api seperti flare atau kembang api, serta larangan membuang puntung rokok sembarangan.
  • Pengelolaan area rawan - membangun jalur sekat bakar (firebreak) dan memantau tingkat kekeringan vegetasi secara berkala.
  • Patroli dan komunitas - menyiagakan Tim Masyarakat Peduli Api (MPA) serta mengintensifkan patroli rutin di kawasan rawan.
  • Deteksi dan tanggap cepat - memanfaatkan pemantauan titik panas (hotspot) dan menyiapkan tim tanggap darurat untuk penanganan dini.

Dengan kombinasi faktor cuaca ekstrem dan medan yang sulit, para ahli menilai penanganan karhutla Bromo ke depan butuh pendekatan jangka panjang, bukan sekadar pemadaman reaktif saat api sudah membesar.

(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Sudah 6 Hari Api di Bromo Belum Padam, TNI AL Turun Tangan


Most Popular
Features