MARKET DATA

Krisis 2026 Menggila, Perusahaan China Justru Dulang Cuan

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
07 August 2026 19:30
FILE PHOTO: Semiconductor chips are seen on a circuit board of a computer in this illustration picture taken February 25, 2022. REUTERS/Florence Lo/Illustration/File Photo
Foto: REUTERS/Florence Lo

Jakarta, CNBC Indonesia - Krisis RAM masih terus berlanjut pada tahun ini. Di tengah masalah tersebut, chip buatan perusahaan China ChangXin Memory Technolgies (CXMT) laku keras.

Berdasarkan Nikkei Asia, chip buatan perusahaan itu kini digunakan pada produk dari sejumlah produsen dari HP, Asus, dan Acer.

Dari segi volume dan jumlah model masih kecil. Namun produk notebook dengan chip tersebut tidak dijual di Amerika Serikat (AS), dikutip Jumat (7/8/2026).

Tech Radar mencatat volume produksi yang kecil kemungkinan agar tidak membuat Gedung Putih panas. AS diketahui terus memberlakukan pembatasan pada China, dan mengutamakan teknologi dalam negerinya dalam sektor manufaktur.

Di sisi lain, produsen PC juga tidak ingin melakukan pengadaan yang terlalu banyak karena tidak ingin mengganggu kesepakatan dengan raksasa lain seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron. Ketiga perusahana kini mendominasi pasar global hingga lebih dari 90%.

"Kami tidak berani melakukan pengadaan terlalu banyak dari CXMT," ucap seorang eksekutif dari salah satu perusahaan PC.

Nikkei juga mencatat opsi menggunakan CXMT juga tidak terlalu membuat perubahan signifikan. Karena bukan menjadi opsi yang lebih murah bagi perusahaan.

Harga DRAM CXMT tidak lebih rendah dari Samsung. Pemesanannya pun tidak bisa dilakukan lebih dari kuartal sekarang.

Jadi kemungkinan yang dilakukan produsen PC adalah menggunakan opsi tambahan.

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Kabar Ga Enak dari Ekonomi China, Mesin Laba Mulai Habis Tenaga


Most Popular
Features