MARKET DATA

Kepala BRIN Ungkap Permintaan Prabowo Soal BBM B100-E100 Buat RI

Emir Yanwardhana,  CNBC Indonesia
06 August 2026 19:35
Rektor IPB University Arif Satria di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (10/11/2025). (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)
Foto: Rektor IPB University Arif Satria di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (10/11/2025). (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengaku diminta Presiden Prabowo Subianto untuk mengkaji dampak implementasi mandatori biodisel campuran 60% - 100% dari bahan nabati. Tak hanya itu, BRIN juga diminta mengkaji implementasi campuran bensin dan etanol sebesar 30% - 100%.

"Nah kemudian juga kembali soal energi tadi, kita diminta untuk mengkaji apa implikasi kalau kita terapkan B60, apa implikasi kalau kita terapkan B100, kemudian bagaimana kalau E30 ya karena Brazil sudah sampai E100. Jadi BRIN diminta untuk mengkaji secara holistik policy terkait dengan energi ini," kata Arif usai, pertemuan 150 peneliti BRIN dengan Presiden Prabowo Subianto, Kamis (6/8/2026).

Saat ini implementasi bensin campuran bahan nabati baru B50, untuk jenis solar. Sedangkan, untuk jenis bensin baru mencapai pencampuran 5% etanol ke dalam bensin.

Arif menjelaskan bahwa dari inovasi yang dipamerkan, presiden sangat tertarik dengan solusi persoalan sampah melalui Lahsamor atau alat pengolah sampah organik dan teknologi pirolisis, yang bisa menghasilkan sumber energi bagi nelayan.

"Teknologi ini sudah diterapkan di 80 titik. Kemudian juga ada teknologi PSEL yang skala besar 100 ton per day, ada juga yang 50 ton per day, dan ada banyak variasi teknologi sampah ini," katanya.

Di sektor energi, presiden juga disebut menyoroti teknologi Absorbed Natural Gas (ANG) yang mampu menyimpan gas CNG dengan tekanan 30 bar dalam sebuah tabung. Arif mengklaim teknologi ini mampu menghemat keuangan negara bisa mencapai Rp 26 triliun per tahun.

"Kalau ini diterapkan maka bisa menghemat Rp26 triliun per tahun terkait dengan energi ini. Nah ini riset terus kita lakukan, ini sedang kita uji coba, mohon doanya kalau ini bisa kita kembangkan lebih jauh ini akan menjadi revolusi energi di Indonesia," tuturnya.

Selain itu, presiden juga mencermati teknologi genteng yang ramah lingkungan secara mandiri. Dia menawarkan produk genteng BRIN yang berbasis pada limbah sawit, hingga kelapa.

Arif juga mengatakan dalam kesempatan itu, presiden juga menyoroti hasil produksi pesawat amfibi N-219 hasil pengembangan PTDI dan BRIN.

"Karena dengan pesawat amfibi maka tidak diperlukan investasi untuk runway, karena kita menggunakan air sebagai tempat pendaratan dan untuk landas terbang itu," tuturnya.

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Prabowo: Masa Depan Kita Sangat Cerah!


Most Popular
Features