MARKET DATA

Zulhas dan Sudaryono Kerahkan 1.700 Dapur MBG di 3T, Ini Tujuannya

Martyasari Rizky,  CNBC Indonesia
06 August 2026 15:36
Konferensi pers terkait program MBG usai Rapat Koordinasi Terbatas di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (6/8/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Foto: (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mempercepat penyelesaian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Jika sebelumnya ditargetkan rampung dalam satu bulan, kini pemerintah optimistis penyelesaiannya bisa tuntas pada pekan ini.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau akrab disapa Zulhas mengatakan, percepatan dilakukan karena seluruh data pendukung untuk wilayah 3T telah hampir seluruhnya selesai diverifikasi. Wilayah prioritas tersebut meliputi Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Maluku yang memiliki angka stunting tinggi.

"Target jangka pendek kita itu SPPG yang di daerah 3T yaitu Papua, NTT, dan Maluku, yang paling banyak stunting dan seterusnya. Rapat hari ini memutuskan yang 3T akan selesai dalam minggu ini, karena minggu lalu kita rapat satu bulan, ternyata dalam satu minggu ini insyaallah bisa kita selesaikan yang 3T," kata Zulhas dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Menurutnya, proses sinkronisasi data lintas kementerian juga hampir rampung. Data dari Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Kementerian Pendidikan, hingga Badan Gizi Nasional (BGN) kini telah terhubung sehingga memudahkan penetapan sasaran penerima manfaat.

Di luar wilayah 3T, pemerintah masih membutuhkan waktu sekitar satu hingga satu setengah bulan lagi untuk merapikan penambahan sekitar 13.000 titik SPPG di Pulau Jawa, Sumatra, dan wilayah lainnya.

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono meluruskan informasi yang sempat beredar mengenai pembukaan 13.000 dapur MBG baru secara serentak. Menurutnya, jumlah tersebut merupakan total data dapur yang telah terpetakan dengan berbagai status pembangunan.

"Jadi sempat ramai, ada pernyataan seolah-olah kita membuka segera 13.000 dapur, bukan. Jadi sudah ada di data kita sekitar 13.000 lebih dapur yang statusnya ada semua. Ada yang baru titik, ada juga yang sudah selesai gitu," kata Sudaryono dalam kesempatan yang sama.

"Maka dari data ini kita overlay dengan datanya Kementerian Kesehatan mana yang prioritas. Yang stunting-nya tinggi dan tinggi sekali itu kemudian kita petakan, kita overlay dengan data dapur yang sudah siap," sambungnya.

Dari hasil pemetaan tersebut, BGN mencatat sekitar 1.700 dapur sudah siap beroperasi di wilayah dengan kategori stunting tinggi dan sangat tinggi.

"Dari data overlay tadi, ada sekitar 1.700 data atau dapur yang sudah siap, sudah jadi, tinggal operasional, yang berada di daerah dengan stunting tinggi dan tinggi sekali. Nah nanti ini kita bertahap kita bereskan. Insyaallah mungkin minggu depan ada sekitar 300-an kita aktivasi, minggu depannya lagi, sehingga 13.000 ini kemudian yang memang belum perlu yang ini kita sisir semua," jelas dia.

Sudaryono menegaskan, prioritas aktivasi dapur MBG akan difokuskan ke daerah yang paling membutuhkan, seperti Papua, NTT, Nias, serta wilayah kepulauan di Maluku dan Maluku Utara.

"Keputusan-keputusan sudah diambil, yang jelas.. yang ada sekarang ini ada 27.000 sekian kita lagi sisir, termasuk penerima manfaat di sekolah mana kita sisir semua. Beres, kemudian minggu depan mana yang kurang itu prioritas kita. Daerah Papua, NTT, Nias, daerah-daerah yang jauh di Kepulauan Maluku Utara, Maluku itu jauh-jauh dan mereka sangat membutuhkan," pungkasnya.

(wur) [Gambas:Video CNBC]
Next Article 414 Dapur MBG Bikin Pelanggaran Berat, Diserahkan ke Penegak Hukum


Most Popular
Features