Pengangguran RI Terbanyak Lulusan SMA, Tapi Porsi Sarjana Terus Naik
Jakarta, CNBC Indonesia - Jumlah pengangguran di Indonesia mengalami penurunan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Namun, komposisi pengangguran malah makin banyak berasal dari pemegang gelar sarjana meski terbanyak masih berasal dari lulusan SMA maupun SMK.
Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) BPS edisi Mei 2026, memang jumlah pengangguran nasional menjadi hanya sebanyak 7,22 juta, atau menyusut 24 ribu orang dibanding Februari 2026 yang sebanyak 7,24 juta. Bahkan lebih rendah dari data November 2025 yang sebanyak 7,35 juta pengangguran.
"Pengangguran adalah penduduk usia 15 tahun ke atas yang dalam seminggu terakhir tidak bekerja tetapi sedang mencari pekerjaan; mempersiapkan usaha baru; sudah diterima bekerja/ sudah siap berusaha tetapi belum mulai bekerja/berusaha; atau merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan (putus asa)," sebagaimana dikutip dari laporan BPS, Kamis (6/8/2026).
Meski jumlah pengangguran secara keseluruhan menunjukkan tren penurunan, porsi lulusan perguruan tinggi jenjang Diploma IV, S1, S2, dan S3 di antara para penganggur justru terus merangkak naik.
Tercatat porsinya naik dari 12,37% pada November 2025, menjadi 14,27% pada Februari 2026, dan kembali naik tipis menjadi 14,31% pada Mei 2026.
Jika dikonversi ke jumlah orang, porsi tersebut setara dengan sekitar 1,03 juta lulusan Diploma IV/S1/S2/S3 yang menganggur, baik pada periode Februari maupun Mei 2026.
Artinya, meski secara persentase porsinya naik, jumlah orangnya relatif stagnan karena total pengangguran nasional juga sedikit menyusut.
Adapun distribusi pengangguran berdasarkan jenjang pendidikan pada Februari dan Mei 2026 tercatat sebagai berikut:
Sekolah Menengah Atas (SMA): 28,00% tak berubah dari data periode sebelumnya
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK): 22,39% dari sebelumnya 22,35%
SD ke Bawah: 17,18% dari sebelumnya 17,20%
Sekolah Menengah Pertama (SMP): 15,65% dari sebelumnya 15,71%
Diploma IV/S1/S2/S3: 14,31% dari sebelumnya 14,27%
Diploma I/II/III: 2,48% tak berubah dari data sebelumnya
Meski porsinya naik dalam struktur pengangguran, penting dicatat fenomena ini tidak serta-merta berarti jumlah sarjana yang menganggur melonjak drastis dalam waktu singkat.
Kenaikan porsi dari Februari ke Mei 2026 tergolong tipis, hanya 0,04 poin persentase, dan secara jumlah absolut angkanya relatif stabil di kisaran 1,03 juta orang.
Yang lebih mencolok adalah jika ditarik perbandingannya sejak November 2025, karena saat itu lulusan Diploma IV/S1/S2/S3 dalam struktur pengangguran porsinya naik cukup signifikan, dari 12,37% menjadi di atas 14,31%.
Selain itu, untuk porsi lulusan SMK sebetulnya juga mengalami kenaikan pada Mei 2026 dibanding Februari 2026. Meski yang lain porsinya turun, seperti lulusan SD ke Bawah, hingga SMP.
(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]