Makin Banyak Warga RI Kerja Jauh dari Rumah-Pakai Kendaraan Pribadi
Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat peningkatan jumlah pekerja komuter di Indonesia, berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) terbaru edisi Mei 2026.
Pekerja komuter itu sendiri didefinisikan BPS sebagai penduduk bekerja yang melakukan kegiatan bekerja di luar kabupaten atau kota tempat tinggal, dan secara rutin pergi serta pulang ke tempat tinggal pada hari yang sama.
Jumlah pekerja komuter terbaru yang dicatat BPS mencapai 7,74 juta orang atau setara 5,23% dari total keseluruhan penduduk bekerja yang sebanyak 148,19 juta orang.
Jumlah itu naik sekitar 0,36% dibanding catatan pada Sakernas edisi Februari 2026 yang sebanyak 7,19 juta orang atau setara 4,87% dari keseluruhan penduduk bekerja saat itu yang sebanyak 147,67 juta orang.
"Terjadi peningkatan jumlah pekerja komuter sebanyak 0,554 juta orang (0,36 persen poin) dibandingkan Februari 2026," dikutip dari laporan BPS, Kamis (6/8/2026).
BPS mencatat, sebagian besar pekerja komuter pada Mei 2026 adalah pekerja laki-laki, yaitu sebesar 70,63%, meningkat 1,14% poin dibandingkan Februari 2026.
Persentase terbesar pekerja komuter berdasarkan tingkat pendidikan tertinggi yang ditamatkan, terdapat pada lulusan Diploma IV, S1, S2, S3 (26,98%), Sekolah Menengah Atas (24,62%), dan Sekolah Menengah Kejuruan (20,70%).
Peningkatan terbesar terdapat pada kelompok pekerja komuter dengan pendidikan Diploma I/II/III, yaitu sebesar 2,76% poin dibanding Februari 2026.
Menurut jenis kegiatan formal/informal berdasarkan status pekerjaan, pada Mei 2026 sebagian besar pekerja komuter bekerja pada kegiatan formal, yaitu sebesar 81,98%. Namun, terdapat penurunan 0,46% poin pada pekerja komuter di kegiatan formal dibanding Februari 2026.
Untuk mendukung mobilitas dari atau ke tempat kerja, pada Mei 2026 sebagian besar pekerja komuter menggunakan kendaraan pribadi/dinas dengan porsi mencapai 92,18. Porsi ini pun bertambah dibanding catatan pada Februari 2026 sebesar 89,84%.
Sementara itu, pekerja komuter yang menggunakan transportasi umum sebesar 5,96% menyusut dari sebelumnya 7,35%. Sedangkan yang memakai transportasi online setara 1,07%, juga turun dari Februari 2026 sebesar 1,37%.
(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]