MARKET DATA
Internasional

Iran Ngamuk ke Ukraina, Sempat Siapkan Serangan-Bakal Bom 3 Titik

tfa,  CNBC Indonesia
04 August 2026 13:30
Kolase Bendera Iran dan Ukraina. (Dok. Pexels)
Foto: Kolase Bendera Iran dan Ukraina. (Dok. Pexels)

Jakarta, CNBC Indonesia - Iran mengungkapkan sempat menyiapkan serangan balasan terhadap Ukraina menyusul serangan pesawat nirawak (drone) terhadap kapal kargo Iran di Laut Kaspia pada 25 Juli. Namun, rencana tersebut dibatalkan setelah Kyiv disebut menyampaikan permintaan maaf dan menyatakan kekeliruan.

Penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran, Mayor Jenderal Mohsen Rezaee dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), menegaskan ini dalam sebuah wawancara. Dikatakannya, Teheran bahkan telah menetapkan sejumlah target di Ukraina sebelum akhirnya mengurungkan serangan tersebut.

"Kami sudah bersiap untuk menyerang tiga lokasi di Ukraina, namun membatalkan serangan tersebut menyusul permintaan maaf dari Ukraina," ujar Rezaee, seperti dikutip Press TV, Selasa (4/8/2026).

"Namun, meskipun itu adalah sebuah kekeliruan, tetap akan adakonsekuensinya," tegas Rezaee mengatakan Iran tetap akan menindaklanjuti insiden tersebut, sebagaimana dikutip kantor berita Fars.

Sebenarnya, insiden itu bermula ketika Ukraina menyerang kapal Iran di Laut Kaspia menggunakan drone. Serangan tersebut menewaskan seorang pelaut. Kyiv menuduh kapal itu mengangkut peralatan militer untuk Rusia.

Sementara Iran membantah tuduhan tersebut dan menegaskan kapal tersebut membawa muatan sipil. Rusia sendiri mengidentifikasi kapal itu sebagai kapal kargo kering bernama Ana.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa Menlu Ukraina Andrey Sibiga telah menyampaikan melalui sambungan telepon bahwa serangan itu tidak disengaja dan Kyiv tidak menginginkan eskalasi. Meski menerima penjelasan tersebut, Araghchi tetap menuntut kompensasi atas insiden yang menewaskan awak kapal Iran.

Sibiga sempat menolak ancaman pembalasan Iran dengan menyebutnya "tidak berdasar dan tanpa alasan yang sah". Namun belakangan ia melunakkan sikap dengan menegaskan bahwa Kyiv "tidak pernah berniat menargetkan kapal atau warga sipil".

Rusia turut mengecam serangan terhadap kapal Iran dan menyebut tindakan tersebut melanggar hukum internasional. Moskow juga menuduh Ukraina berupaya memperluas cakupan operasi yang disebutnya sebagai aktivitas terorisme.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Iran kembali membantah memasok persenjataan kepada Rusia, kecuali pengiriman terbatas drone Shahed-136 sebelum pecahnya perang Rusia-Ukraina pada Februari 2022. Sementara itu, Rusia menegaskan drone Geran-2 yang digunakan militernya diproduksi di dalam negeri dan membantah pernah mengirimkan senjata ke Iran selama serangan udara Amerika Serikat dan Israel terhadap negara tersebut.

(tfa/sef) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Zelensky Menggila, Ukraina Bombardir Moskow-Tembak 400 Drone


Most Popular
Features