MARKET DATA

RI Deflasi pada Juli 2026, Bos BI Sebut Efek Harga Pangan Merosot

Zefanya Aprilia,  CNBC Indonesia
03 August 2026 16:41
Pjs Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti saat Konferensi Pers Hasil Rapat Berskla KSSK III Tahun 2016 di Jakarta, Senin (3/8/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Meredanya tekanan inflasi pada Juli 2026 hingga membuat kondisi deflasi muncul sebesar 0,14% secara bulanan (mtm) menunjukkan aktivitas perekonomian di dalam negeri terkendali.

Hal ini diungkapkan oleh Gubernur sementara Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti dalam konferensi pers hasil rapat berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Senin (3/8/2026).

"Artinya pergerakan ekonomi yang terjadi tidak overheating," kata Destry.

Desry menjelaskan, deflasi yang muncul pada Juni 2026, setelah tekanan inflasi sebesar 0,44% pada Juli 2026 dipicu oleh turunnya tekanan harga pangan bergejolak alias volatile food.

harga pangan bergejolak pada Juli 2026 juga mengalami deflasi sebesar 1,68% dari bulan sebelumnya inflasi 0,14%.

"Kelihatan signifikan keberhasilan pemerintah menangani volatile food di mana inflasi pangan turun signifikan," tegasnya.

Kondisi deflasi pada Juli 2026 itulah yang membuat inflasi tahunan juga ikut melorot ke level 2,88%, dari bulan sebelumnya di level 3,34%. Didorong oleh inflasi volitile food yang turun dari kisaran 5% menjadi hanya 2,52%.

"Dan untuk inflasi inti menggambarkan aktivitas ekonomi tetap berada pada posisi stabil 2,76%," tutur Destry.

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Video: Harga Bawang - Emas Turun, RI Alami Deflasi 0,14% (mtm) di Juli


Most Popular
Features