MARKET DATA
INTERNASIONAL

2 Helikopter Tabrakan di Atas "Ladang Api", Petaka Datang Bertubi-tubi

luc,  CNBC Indonesia
03 August 2026 05:07
Flames rise amid burnt vegetation at Le Grand Crohot amid drought conditions following a heatwave and water shortages across much of France, Lege-Cap-Ferret, Gironde department, France, July 28, 2026. REUTERS/Florion Goga
Foto: REUTERS/Florion Goga
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Dua helikopter pemadam kebakaran bertabrakan saat membantu upaya penanggulangan kebakaran hutan besar di Yunani pada Minggu (2/8/2026). Kejadian tersebut menewaskan dua orang dan menambah tekanan terhadap negara-negara Eropa yang tengah bergulat dengan gelombang kebakaran hebat akibat cuaca panas ekstrem dan minim curah hujan.

Insiden tersebut terjadi ketika Yunani berjuang mengendalikan kebakaran besar yang telah menghancurkan lebih dari 100 rumah di wilayah barat laut Athena. Pada saat yang sama, warga juga terpaksa mengungsi dari kebakaran lain yang melanda pulau wisata Kefalonia.

Layanan pemadam kebakaran Yunani menyatakan dua orang yang berada di salah satu helikopter tewas dalam kecelakaan tersebut. Korban terdiri dari seorang warga negara Yunani dan seorang warga negara Denmark. Sementara itu, awak helikopter lainnya selamat, yakni seorang warga Yunani dan seorang warga Inggris.

Tabrakan terjadi di kawasan Psatha, wilayah Attica. "Penyelidikan mengenai penyebab tabrakan tersebut telah dimulai," kata layanan pemadam kebakaran Yunani, dilansir Reuters.

Rekaman video yang diunggah laman Forecast Weather Greece di Facebook memperlihatkan dua helikopter terbang rendah dan saling mendekat hingga lintasannya berpotongan. Dalam rekaman itu, baling-baling utama helikopter yang berada di bawah tampak menghantam bagian bawah helikopter lain.

Helikopter yang berada di bawah kemudian jatuh dan terbakar, sementara helikopter kedua terlihat membuang muatan air yang dibawanya sebelum terbang menjauh dari lokasi.

Kebakaran Diduga Berasal dari Jaringan Listrik Turbin Angin

Sementara itu, penyelidikan awal terhadap kebakaran yang bermula di wilayah Boeotia sebelum menyebar ke Attica mengarah pada dugaan bahwa api dipicu percikan dari konduktor pada jaringan listrik swasta yang menyalurkan energi dari turbin angin ke jaringan listrik utama.

Laporan situs eKathimerini menyebut dua warga negara Yunani telah ditangkap atas dugaan kelalaian, sementara satu tersangka lainnya masih buron.

Kebakaran yang melanda kawasan sekitar Porto Germeno di Teluk Korinthos, sekitar 60 kilometer di barat laut Athena, sebelumnya diperparah oleh angin kencang. Meski kecepatan angin mulai menurun, api telah melintasi pegunungan ke arah selatan dan mencapai permukiman Veniza serta area lapangan tembak militer, memicu ledakan amunisi yang belum meledak.

Tim darurat kini memusatkan upaya mereka untuk mencegah kobaran api bergerak menuju kota pesisir Megara yang berpenduduk sekitar 30.000 jiwa.

Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis mengakui besarnya tantangan yang dihadapi negaranya dalam menghadapi bencana tersebut.

"Ada saat-saat ketika kekuatan alam dan intensitas kondisi cuaca melampaui segala perencanaan manusia serta setiap kemampuan operasional," kata Mitsotakis dalam pesan rutin hari Minggunya.

Pemerintah Yunani juga mengeluarkan peringatan darurat dan instruksi evakuasi bagi sejumlah permukiman di Attica bagian barat, termasuk kawasan industri dekat Megara.

Di desa Agios Konstantinos, warga setempat berusaha keras menghentikan penyebaran api.

Selain di daratan utama Yunani, sejumlah permukiman di Pulau Kefalonia di Laut Ionia juga dievakuasi pada malam hari setelah kebakaran pecah di wilayah Pastra, bagian selatan pulau tersebut.

Kebakaran di Prancis Berubah Arah

Di Prancis, kebakaran besar yang melanda wilayah Var di bagian barat daya negara itu berubah arah setelah terjadi perubahan angin dan kemudian bergerak menuju kawasan hutan yang sulit dijangkau.

Stasiun televisi BFM TV melaporkan kebakaran baru juga muncul di dekat jalan raya kawasan kota bersejarah Carcassonne di selatan Prancis. Kebakaran itu diduga dipicu oleh kendaraan yang terbakar.

Rekaman yang ditayangkan menunjukkan kepulan asap abu-abu pekat dan kobaran api besar di dekat jalan. Otoritas setempat menutup jalan raya dan mengevakuasi taman satwa yang berada di dekat lokasi.

Di Montfort-sur-Argens, wilayah Var, seorang warga bernama Georges Blanc kembali ke rumahnya setelah sebelumnya mengungsi akibat kebakaran.

Ia terlihat memadamkan bara api yang masih menyala untuk mencegah kebakaran kembali membesar, sementara petugas pemadam menyiram area sekitar.

"Berkat upaya gabungan dua pesawat Canadair (pesawat pemadam kebakaran) dan para petugas pemadam kebakaran, menurut saya bisa dikatakan semua rumah berhasil diselamatkan... Dan sekarang, yah, saya kembali untuk memastikannya, karena saat melihat kobaran api itu, saya sempat mengira rumah-rumah tersebut tidak akan selamat," katanya kepada Reuters.

Spanyol Masih Berjuang Kendalikan Kebakaran

Di Spanyol bagian tengah, kebakaran hutan yang menghanguskan puluhan ribu hektare lahan dalam sepekan terakhir sebagian besar telah berhasil dikendalikan. Namun petugas pemadam masih harus menangani sejumlah titik api yang kembali menyala.

Di provinsi Caceres bagian barat, kebakaran hutan baru meletus pada Sabtu dan memaksa sekitar 800 orang dievakuasi.

Warga akhirnya diizinkan kembali pada Minggu, namun tetap diminta bertahan di dalam rumah karena kebakaran masih aktif.

Selain kebakaran, sejumlah negara Eropa juga menghadapi dampak kekeringan dan surutnya permukaan air sungai-sungai utama, termasuk Sungai Rhine dan Danube.

Danube bahkan mencatat level air terendah sepanjang sejarah di Hungaria, Serbia, dan Rumania.

Perdana Menteri Hungaria Peter Magyar mengatakan negaranya menghadapi lima hari yang sangat kritis karena surutnya Sungai Danube memaksa satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir di negara itu menghentikan operasi untuk pertama kalinya dalam lebih dari empat dekade.

Hungaria juga menghadapi gelombang panas baru yang diperkirakan segera datang.

Penurunan level air akibat minimnya hujan turut mengganggu aktivitas pelayaran dan pariwisata di negara tersebut serta memicu pembatasan penggunaan air di lebih dari 100 kota dan desa.

Di Serbia, level Sungai Danube turun ke titik terendah sejak 1985. Kondisi itu memangkas produksi harian pembangkit listrik tenaga air terbesar di negara tersebut hingga hanya 20%, menurut pernyataan menteri energi Serbia pada Minggu.

Bencana kebakaran, kekeringan, dan gelombang panas yang melanda berbagai negara Eropa terjadi setelah kawasan tersebut mengalami periode suhu ekstrem dan curah hujan yang sangat rendah. Para ilmuwan menyebut kondisi tersebut diperparah oleh perubahan iklim yang meningkatkan risiko cuaca ekstrem di berbagai wilayah dunia.

 

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Eropa Dilanda Kebakaran Hebat, 295 Ribu Warga Mengungsi


Most Popular
Features