Sengketa Rumah Lee Kuan Yew Berakhir, Begini Endingnya
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Singapura resmi mengambil alih kepemilikan rumah mendiang pendiri negara Lee Kuan Yew. Keputusan tersebut sekaligus mengakhiri perseteruan keluarga yang berlangsung selama hampir satu dekade.
Pengambilalihan aset ini juga dilakukan demi melestarikan situs yang dinilai memiliki nilai sejarah tinggi serta kepentingan nasional yang besar bagi Singapura.
Melansir AFP, Otoritas Pertanahan Singapura (SLA) dan Dewan Warisan Nasional (NHB) memberikan penjelasan resmi mengenai status terkini properti yang terletak di jantung distrik perbelanjaan Singapura. Mereka menyebutkan bahwa pemerintah Singapura kini memegang kendali penuh atas situs tersebut untuk menghentikan konflik panjang antara anak-anak Lee Kuan Yew yang telah terjadi sejak 2015.
"Pemerintah mengambil alih situs tersebut... untuk melestarikannya sesuai dengan signifikansi sejarah dan kepentingan nasionalnya," tulis pernyataan bersama SLA dan NHB, dilansir AFP, dikutip Minggu (2/8/2026).
Sengketa rumah ini bermula ketika putra sulung Lee Kuan Yew, mantan perdana menteri Lee Hsien Loong, menginginkan agar rumah bungalow dua lantai tersebut dilestarikan. Namun, dua adiknya, Lee Hsien Yang dan mendiang Lee Wei Ling, bersikeras agar rumah itu dihancurkan sesuai dengan surat wasiat ayah mereka demi menjaga privasi keluarga.
"(Dewan warisan) akan melakukan studi mendalam terhadap situs ini dan mengkaji opsi bagaimana situs tersebut dapat dikembangkan menjadi ruang publik dengan cara yang menghormati keinginan Bapak Lee Kuan Yew untuk privasi," tambah pernyataan resmi tersebut.
Sebagai catatan sejarah, rumah tersebut merupakan lokasi pertemuan penting pada era 1950-an yang menandai transisi Singapura dari koloni Inggris menjadi negara merdeka. Lee Kuan Yew sendiri menempati rumah tersebut sejak pertengahan 1940-an hingga akhir hayatnya, dan nilai properti ini diperkirakan mencapai 30 juta dolar Singapura atau sekitar US$ 23 juta setara Rp 414,66 miliar (asumsi kurs Rp 18.029 per US$).
Meskipun perseteruan keluarga tersebut sempat diwarnai tuduhan eksploitasi politik atas warisan sang ayah, pengambilalihan oleh negara dianggap sebagai titik akhir dari rivalitas sengit tersebut. Saat ini, salah satu saudara Lee Kuan Yew, Lee Hsien Yang, masih tinggal di luar negeri sejak 2022 di tengah dinamika yang terus berkembang.
(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]