Trump Telpon Pangeran MBS sebelum Batalkan Serangan ke Iran
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan pembicaraan telepon dengan Pangeran Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) untuk membahas perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah, menurut laporan Saudi Press Agency (SPA) pada Minggu (2/8). Panggilan telepon ini diyakini terjadi sebelum Trump membatalkan rencana serangannya ke Iran.Â
Mengutip laporan SPA, Pangeran MBS menekankan "perlunya memprioritaskan dialog untuk meredakan ketegangan." Dia juga meminta semua pihak agar berusaha keras untuk mencapai gencatan senjata demi membuka jalan bagi solusi diplomatik.Â
Pangeran MBS menekankan bahwa solusi diplomatik harus "memberikan hasil positif dalam menjaga keamanan dan stabilitas kawasan dan mencegah konflik yang lebih luas".
Kedua pemimpin juga meninjau hubungan kerja sama bilateral di antara kedua negara.
Trump mengumumkan pada Minggu bahwa Amerika Serikat dan Israel sepakat untuk menunda serangan baru terhadap Iran, dengan syarat kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama berbulan-bulan dapat dicapai secepatnya.
Trump mengatakan AS "sudah siap untuk melawan Republik Islam Iran," namun menambahkan bahwa Teheran dan negara-negara Timur Tengah lainnya telah memintanya untuk menunda serangan baru.
"Berdasarkan permintaan ini, saya setuju, demi kepentingan masa depan DUNIA dan, juga, kelangsungan hidup Iran yang sukses dan makmur, untuk membatalkan serangan itu, asalkan bisa segera membuat DEAL," tulis Trump di platform Truth Social miliknya.
(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]