MARKET DATA
Internasional

Perang AS-Iran Makin Melebar, Teheran Warning NATO

sef,  CNBC Indonesia
31 July 2026 17:40
Foto kolase Bendera NATO dan Iran. (Dok. Freepik)
Foto: Foto kolase Bendera NATO dan Iran. (Dok. Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali memanas. Pemerintah Iran melayangkan peringatan kepada negara NATO, Bulgaria, agar membatalkan keputusan mengizinkan pesawat militer AS menggunakan pangkalan udara Bezmer untuk mendukung operasi militer Washington.

Mengutip Reuters, Jumat (31/7/2026), Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyampaikan keberatan tersebut dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Bulgaria Velislava Petrova-Chamova. Araqchi menilai persetujuan Sofia atas permintaan AS untuk menempatkan pesawat militer di Pangkalan Udara Bezmer sama saja dengan memfasilitasi agresi terhadap Iran.

Menurutnya, keputusan tersebut tidak dapat diterima dan bertentangan dengan hubungan persahabatan yang selama ini terjalin antara Iran dan Bulgaria. Iran juga kembali mengingatkan bahwa negara-negara yang mengizinkan wilayahnya digunakan untuk operasi militer AS terhadap Teheran berpotensi menghadapi konsekuensi.

Selain Bulgaria, Araqchi juga menghubungi Menteri Luar Negeri Siprus Constantinos Kombos. Dalam pembicaraan tersebut, ia menekankan pentingnya memastikan pangkalan militer asing di Siprus tidak digunakan untuk melancarkan operasi terhadap Iran.

Sebelumnya, peringatan itu muncul setelah parlemen Bulgaria pekan lalu menyetujui penempatan sementara hingga delapan pesawat pengisian bahan bakar udara KC-135 milik AS beserta sekitar 250 personel militer di Pangkalan Udara Bezmer.

Pemerintah Bulgaria menegaskan tidak akan menempatkan senjata ofensif di pangkalan tersebut. Sofia juga menekankan bahwa keputusan itu tidak menjadikan Bulgaria sebagai pihak yang terlibat dalam operasi militer.

Sementara itu, Siprus menjadi lokasi dua pangkalan militer Inggris, termasuk RAF Akrotiri, yang sempat menjadi sasaran serangan drone Iran pada awal Maret, beberapa hari setelah Israel dan AS melancarkan serangan terhadap Iran.

Inggris

Pada awal konflik, negara NATO lain Inggris menyetujui permintaan AS untuk menggunakan pangkalan militernya dalam operasi pertahanan guna menghadapi rudal Iran yang berada di lokasi penyimpanan maupun peluncuran. Namun kemudian London menegaskan bahwa RAF Akrotiri tidak termasuk dalam kesepakatan penggunaan pangkalan tersebut.

Meski demikian, pemerintahan baru Inggris tetap mempertahankan kerja sama pertahanan dengan AS pada Juli. Langkah itu memicu peringatan dari Garda Revolusi Iran yang meminta Inggris tidak memfasilitasi operasi militer Washington terhadap Teheran.

Pernyataan terbaru Iran menunjukkan bahwa negara itu kini meningkatkan tekanan diplomatik kepada negara-negara anggota NATO yang memberikan dukungan logistik maupun fasilitas militer kepada AS di tengah konflik yang masih berlangsung.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Iran Tiba-Tiba Marah Besar ke NATO, Ada Apa?


Most Popular
Features