Wabah Ebola diperkirakan menjadi yang terbesar sepanjang sejarah di negara ini, dengan jumlah kasus diproyeksikan melampaui rekor 3.481 kasus pada 2018-2020.
Wabah Ebola kembali melanda Republik Demokratik Kongo (DRC). Sejumlah lembaga bantuan kini meningkatkan upaya untuk menahan penyebaran virus Ebola strain Bundibugyo di Provinsi Ituri. (REUTERS/Gradel Muyisa Mumbere)
Dilansir Reuters, wabah Ebola di Kongo diperkirakan akan menjadi yang terbesar dalam sejarah negara tersebut pada Rabu (29/7/2026) atau Kamis (30/7/2026). Jumlah kasus diproyeksikan melampaui 3.481 kasus yang tercatat selama wabah 2018-2020. Dalam foto terlihat kuburan massal dibuat pemerintah untuk menampung penderita yang meninggal. (REUTERS/Gradel Muyisa Mumbere)
Jika proyeksi tersebut terealisasi, wabah terbaru ini akan menjadi wabah Ebola terbesar kedua di dunia. Posisi pertama masih ditempati epidemi Afrika Barat pada 2014-2016 yang mencatat 28.616 kasus di Guinea, Liberia, dan Sierra Leone. REUTERS/Gradel Muyisa Mumbere
Penanganan jenazah menjadi bagian penting dalam pengendalian wabah Ebola karena kontak dengan tubuh orang yang meninggal akibat penyakit tersebut dapat meningkatkan risiko penularan. (REUTERS/Gradel Muyisa Mumbere)
Upaya penanganan juga dilakukan di pemakaman Ceca-20, Mungwalu. Pengawas pemakaman Charles Mambo, didampingi asistennya Moise Mund'wa, terlihat berbicara di dekat area makam saat diwawancarai Reuters (REUTERS/Gradel Muyisa Mumbere)
Besarnya proyeksi kasus membuat respons terhadap wabah kali ini menjadi sorotan. Jika jumlah kasus benar-benar melampaui rekor 2018-2020, Kongo akan menghadapi wabah Ebola terbesar dalam sejarahnya dan terbesar kedua yang pernah tercatat di dunia. (REUTERS/Gradel Muyisa Mumbere)